Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad mengingatkan anggota organisasi itu di 11 kabupaten/kota untuk mampu menciptakan pangan murah tetapi memenuhi standar gizi yang dibutuhkan untuk mengatasi stunting di daerah itu.

"Menunya bisa beragam, murah, menggunakan bahan-bahan atau pangan lokal yang mudah didapat, serta mudah direplikasi oleh seluruh komponen masyarakat terutama ekonomi lemah," katanya di Ambon, Rabu.

Saat meninjau stan dan melihat beraneka menu makanan dan minuman ditampilkan TP PKK dari 11 kabupaten/kota di Maluku yang mengikuti Festival Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), ia meminta pimpinan organisasi itu, untuk tidak hanya menghasilkan menu yang bagus dan beragam saat lomba, tetapi bisa diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat.

Baca juga: Festival Cipta Menu B2SA dorong konsumsi pangan lokal di Maluku, begini penjelasannya

Menurut dia, jika dilihat dari kepentingan kemandirian pangan maka festival itu dapat meningkatkan akses pangan keluarga secara baik dan berdaya guna, dengan memanfaatkan kearifan lokal 11 kabupaten/kota.

"Jadi penggalian resep unggulan B2SA berbahan baku lokal dan mudah dikembangkan masyarakat sangat diperlukan. Terpenting resep menunya dapat dibagikan dan ditiru setiap keluarga, bahannya mudah didapat dan murah serta memenuhi kandungan gizi yang cukup, sehingga tidak memberatkan keluarga yang kurang mampu," katanya.

Dia mengatakan berbagai langkah penanganan kasus kekerdilan di Maluku yang masih tergolong tinggi, yakni 28,70 persen pada akhir tahun 2021, salah satunya penyediaan pangan beragam, bergizi seimbang dan aman di tingkat rumah tangga, terlebih pada keluarga dengan 1.000 hari kelahiran pertama (HKP).
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad bersama para pemenang festival cipta menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan aman (B2SA), Provinsi Maluku kepada Ketua TP PKK Maluku Tenggara Eva Elia Hanubun, di Ambon, Rabu (9/11). (ANTARA/Jimmy Ayal)


Baca juga: Dinsos - TP PKK Ambon salurkan bantuan nutrisi ke warga rentan, patut diapresiasi

Menurutnya, angka kasus kekerdilan di Maluku mengalami penurunan 2,18 persen dari sebelumnya 30,88 persen di tahun 2019 menjadi 28,70 persen pada akhir tahun 2021, dan akan diupayakan terus menurun hingga tahun 2024.

Dia berharap, berbagai menu yang ditampilkan dalam festival itu, setelah ini dapat diaplikasikan dan diketahui masyarakat di daerah masing-masing, di samping seluruh resep dapat dibukukan.

Untuk penganekaragaman dan pemanfaatan pangan lokal Pemprov Maluku telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur No.521.1-232 Tahun 2022 tentang Penggunaan Konsumsi Pangan Lokal B2SA, yang berisi instruksi kepada lembaga pemerintah maupun nonpemerintah tentang gerakan konsumsi pangan lokal berbasis B2SA sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat.

Dalam festival yang merupakan kegiatan tahunan itu, keluar sebagai juara umum yakni Tim Penggerak PKK Maluku Tenggara yang meraih empat juara pada kategori berbeda yakni juara pertama kategori favorit untuk penanganan stunting, juara kedua cipta menu B2SA untuk penanganan stunting, serta dua gelar juara kedua untuk kategori olahan pangan lokal komersial dan kategori inovatif cipta menu untuk penanganan stunting.

Baca juga: Pakar: Buruknya fasilitas sanitasi bisa jadi penyebab stunting
Baca juga: Cegah stunting, BAAS Taliabu salurkan bantuan makanan bergizi

Pewarta: Jimmy Ayal

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2022