Atraksi perahu tradisional Kora Kora akan digelar untuk menyambut peserta reli perahu layar Sail Indonesia - Sail Banda 2010 di Banda Neira, yang akan menjadi tempat persinggahan pertama dari kegiatan pelayaran yang dijadwalkan dilepas dari Darwin, Australia Utara, 24 Juli mendatang. "Peserta akan disuguhi atraksi Kora Kora dan pementasan seni budaya Maluku lainnya, saat mereka tiba di Banda (diperkirakan pada 27 Juli - red)," kata Gubernur Karel Albert Ralahalu kepada wartawan di Ambon, Senin. Kegiatan Sail Banda, sesuai jadwal yang dikeluarkan panitia nasional, dipusatkan di tiga kota Maluku, yakni Banda Neira, Kota Ambon, dan Tiakur, Maluku Barat Daya. Menurut Gubernur, para peserta pelayaran bertaraf internasional tersebut akan berada di Banda selama tiga hari, sebelum kemudian bertolak menuju Kota Ambon. "Rencananya mereka akan tiba di sini (Kota Ambon) tanggal 31 Juli," katanya. Acara di Kota Ambon juga akan diisi aneka kegiatan seni budaya, selain beberapa agenda nasional dan internasional seperti Pencanangan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 3 Agustus, seminar tentang sagu (28-29 Juli), konferensi nasional VII mengenai pengelolaan pesisir, laut dan pulau-pulau kecil (4-6 Agustus), dan simposium internasional tentang dampak pemanasan global terhadap keberadaan pulau-pulau terkecil (4-5 Agustus). Selain itu, ada juga kegiatan Lintas Remaja Nusantara  dan Pemuda Bahari pada 24 Juli, mengambil rute Surabaya - Semarang - Jakarta - Makassar - Ambon - Jakarta. Sementara acara puncak yakni upacara Proklamasi Kemerdekaan RI ke-65 pada 17 Agustus 2010 akan dilaksanakan di Tiakur, dimana pengibaran bendera pusaka akan dilakukan di dalam laut. "Raoat pemantapan" Untuk memantapkan semua agenda kegiatan Sail Banda di Banda Neira, Kota Ambon dan Tiakur, Gubernur Karel Albert Ralahalu menyatakan pihaknya akan menggelar rapat lanjutan dengan panitia pusat Sail Banda pada 14 Juli, sebelum kedatangan Menko Kesra dan Menteri Kalautan dan Perikanan untuk mengevaluasinya. Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan di tiga wilayah itu meliputi Bakti Surya Bhaskara Jaya, terdiri atas pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat di Kota Ambon dan Maluku Tengah, juga pembangunan fisik dan nonfisik yang dimulai Juni- Agustus. Pembangunan fisik di antaranya meliputi perbaikan sarana ibadah dan sekolah yang disertai pemberian buku-buku agama dan pelajaran sekolah dan mandi, cuci, kakus (MCK). Sedangkan pembangunan nonfisik antara lain  penyuluhan kesehatan, penanaman mangrove dan bersih pantai. Menurut Ralahalu, persiapan Sail Banda sudah rampung 90 persen dan pemerintah  Maluku siap melaksanakannya.

Pewarta:

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2010