Dinas Kesehatan (Dinkes) Ambon, Maluku, memastikan stok obat Antiretroviral (ARV) yang dibutuhkan oleh penderita HIV/AIDS mencukupi.

"Stok obat ARV cukup untuk jangka panjang dan tersedia baik di dinas kesehatan maupun Yayasan Pelangi Maluku (YPM) untuk melayani penderita HIV AIDS," Kata Kepala Dinkes Kota Ambon, Wendy Pelupessy di Ambon, Jumat.

Ia mengatakan tercatat sebanyak 1.176 penderita HIV/AIDS mengkonsumsi obat ARV yang bisa diambil secara rutin di puskesmas atau Yayasan Pelangi Maluku oleh pasien secara langsung atau diwakilkan dengan disertai keterangan.

"Obat penawar penderita HIV/AIDS hanya menambah kekebalan tubuh pasien agar kelangsungan hidupnya lebih panjang, namun tidak mampu menyembuhkan secara total," katanya.

Obat ARV, katanya, terdiri dari tiga jenis yaitu Neviral, Shiviral, dan Duviral, yang dikombinasi berpotensi untuk menambah daya tahan tubuh (antibodi).

Kombinasi tiga jenis obat tersebut, lanjutnya, mampu meningkatkan produksi sel darah putih yang berfungsi untuk memberi kekebalan tubuh sehingga memperlambat penyebaran infeksi virus HIV/AIDS.

ODHA, katanya, harus rutin mengambil obat sekali dalam sebulan dan obat itu harus diminum secara rutin oleh penderita, tidak ada batasan umur, termasuk penderita di bawah umur.

"Karena itu satu-satu cara yang dapat dilakukan untuk bertahan hidup adalah dengan minum obat ARV, agar potensi menular ke orang lain jadi semakin kecil," katanya.

Dinkes Kota Ambon mendata selama Januari hingga Agustus tahun 2023 terdapat kasus baru HIV/AIDS sebanyak 184 kasus.

Jumlah kasus baru HIV dipilah berdasarkan instruksi Wali Kota Ambon yakni Yang ber-KTP Ambon sebanyak 94 orang dan KTP luar Ambon sebanyak 90 orang.

Dinkes Ambon mendata Jumlah kasus baru HIV/AIDS mencapai 184 kasus, sehingga secara kumulatif jumlah kasus HIV mencapai 2.370 kasus, sedangkan AIDS tercatat sekitar 993 kasus,dan yang masih konsumsi obat ARV sampai saat ini mencapai 1.176 penderita.

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut

Editor : Daniel


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2023