Ambon (ANTARA) - Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Maluku dan Puskesmas Passo Ambon mengedukasi bahaya HIV/AIDS dan infeksi menular seksual (IMS) bagi anak binaan.
“Hal ini dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan terhadap penyakit menular seksual di kalangan remaja,” kata Kepala LPKA Ambon Kurniawan Wawondos di Ambon, Senin.
Dia menjelaskan pencegahan dan deteksi dini HIV dan IMS sebagai langkah penting, terutama bagi anak-anak binaan yang sedang menjalani proses pembentukan karakter.
“Kami harap kegiatan ini menumbuhkan kesadaran mereka akan pentingnya menjaga kesehatan,” ujar dia.
Ia menjelaskan edukasi tentang bahaya HIV/AIDS pada anak binaan ini dirancang sebagai pendekatan yang menyeluruh dan ramah usia, untuk menumbuhkan pemahaman yang kuat sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan diri.
Materi edukasi mencakup pengenalan dasar mengenai HIV, AIDS, dan IMS, termasuk cara penularan dan pencegahan.
Anak binaan, katanya, diajak memahami bahwa HIV tidak menular melalui sentuhan atau interaksi sosial biasa, serta pentingnya deteksi dini melalui layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang bersifat sukarela dan rahasia.
“Edukasi juga menekankan pentingnya gaya hidup bersih dan sehat, serta membentuk sikap empati dan anti-diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA),” katanya.
Pada kesempatan itu, juga dilakukan pemeriksaan cepat HIV dan sifilis bagi 26 anak binaan sebagai upaya deteksi dini penyebaran penyakit IMS di LPKA.
Disamping itu, petugas kesehatan dari Puskesmas Passo dr Betsy Laipeny menekankan pentingnya edukasi seksual yang komprehensif bagi kelompok remaja, termasuk mereka yang berada di lembaga pembinaan.
“Dengan edukasi yang benar dan pemeriksaan tepat, kita dapat menghindari penyebaran serta menangani kasus lebih cepat bila ditemukan,” katanya.
Para anak binaan tampak antusias dan tidak canggung membicarakan isu-isu sensitif, kata dia, hal itu menandakan bahwa mereka merasakan kegiatan ini menjadi ruang edukatif yang ramah dan tidak menghakimi.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026