Quetta (Antara Maluku) - Sekelompok penyerang bersenjata Jumat menembak mati seorang wartawan lokal di Baluchistan, provinsi yang dilanda kekerasan di Pakistan baratdaya, kata beberapa pejabat.

Mahmood Afridi (38) dibunuh di daerah Qalat, 160 kilometer sebelah selatan ibu kota provinsi itu, Quetta, kata kepala pemerintah setempat Akbar Harifal kepada AFP.

"Orang-orang bersenjata yang naik sepeda-motor melepaskan tembakan ke arah Afridi, yang sedang melewati pasar utama Qalat, dan mereka melarikan diri. Afridi tewas di lokasi kejadian," kata Harifal.

"Kami telah memulai penyelidikan untuk menetapkan apakah motifnya persaingan atau serangan bertarget," tambahnya.

Sekretaris utama provinsi Akbar Hussain Durrani mengkonfirmasi pembunuhan itu.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, namun sejumlah kelompok militan beroperasi aktif di Baluchistan, provinsi terbesar namun termiskin di Pakistan. Kekerasan sektarian antara Sunni dan Syiah terjadi di wilayah yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan itu.

Serangan itu berlangsung setelah dua pemboman mematikan di Quetta dalam beberapa pekan terakhir ini dengan sasaran minoritas Syiah Hazara yang menewaskan lebih dari 180 orang dan diklaim oleh militan Sunni.

Afridi adalah wartawan kedua yang dibunuh di Pakistan pada pekan ini.

Rabu, Malik Mumtaz, yang bekerja untuk saluran televisi Geo serta surat-surat kabar berbahasa Inggris dan Urdu dari kelompok media yang sama, dibunuh di Miranshah, kota utama di kawasan suku Waziristan Utara.

Pewarta: /AFP

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2013