Universitas Terbuka (UT) Ambon melakukan sosialisasi program perkuliahan melalui perlombaan game online menggandeng SMKN 5 Ambon dan IESPA Maluku.

"Turnamen e-sport ini juga menggandeng Komunitas Free Fire Maluku, dan akan dilaksanakan selama dua hari yakni 27-28 Januari 2024," ucap Direktur Universitas Terbuka Ambon Yuli Tirtariandi El Anshori di Ambon, Sabtu.

Ia mengungkapkan 108 tim terdaftar dalam turnamen e-sport tersebut yang terdiri atas peserta jenjang SMA/SMK dan umum se-Kota Ambon. Setiap tim beranggotakan lima orang.

“Pada Agustus 2023 kami juga pernah mengadakan tapi jenis game mobile legend dan juga di tingkat SMA kemudian di tahun ini kami bergeser ke jenis permainan yang lainnya yaitu free fire,” kata dia.

Ia melanjutkan pelaksanaan turnamen e-sport salah satu tujuannya membantu pengurus IESPA Maluku dalam mencari bibit-bibit andal di Maluku. IESPA singkatan Indonesia Esports Association atau Asosiasi Olahraga Elektronik Indonesia.

“Mungkin nanti ada atlet-atlet e-sport andal yang bisa mewakili Provinsi Maluku ke tingkat nasional maupun ke tingkat internasional. Karena untuk adik-adik ketahui salah satu cabang olahraga yang dilombakan pada SEA Games yakni e-sport salah satunya adalah free fire. Bahkan atlet dari Indonesia juga meraih medali,” katanya.

Ia berharap turnamen yang kerap dilaksanakan dapat melahirkan atlet andalan dari Maluku maupun nasional.

“Mudah-mudahan nantinya akan ada atlet andalan dari Maluku yang bisa mewakili Indonesia di tingkat internasional,” katanya.

Ia juga menjelaskan tentang Universitas Terbuka.

“Mungkin adik-adik ada yang sudah mengenal Universitas Terbuka dan ada juga yang belum mengenal. Nanti setelah ini kami akan sedikit bercerita seperti apa Universitas Terbuka, mudah-mudahan adik-adik yang khususnya di kelas 12 nanti setelah lulus dari SLTA sebagian bisa kuliah di Universitas Terbuka Ambon,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyebut keunggulan Universitas Terbuka Ambon, antara lain mahasiswa dapat bekerja dan membuka usaha sekaligus melanjutkan kuliah di UT.

"Karena UT sendiri memiliki program kuliah daring yang bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja tergantung kontrak kuliah yang disepakati," kata dia.

Selain itu, kata dia, memiliki layanan luar negeri, yang hingga saat ini berdasarkan data yang dimiliki ada sekitar 1060 mahasiswa UT yang tersebar di 50 negara.

"Sebagian besar tersebar di Kota Tokyo dan Osaka, hal ini membuka peluang kepada alumi SMKN 5 Ambon yang bekerja di Luar Negeri untuk dapat melanjutkan pendidikan tinggi," ujarnya.

Selain itu, penerimaan mahasiswa baru UT di buka dua kali dalam setahun karena memiliki daya tampung tidak terbatas.

Terdapat beberapa jenjang pendidikan mulai dari diploma, S1, S2, hingga S3 dengan pilihan studi di berbagai fakultas, seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum, Ilmu sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Sains dan teknologi (FST), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

"Pendaftaran calon mahasiswa bisa melalui laman ambon.ut.ac.id ataupun laman sia.ut.ac.id, juga bisa datang langsung ke Kantor UT Ambon di Jl. Wolter Monginsidi, Lateri, Kecamatan. Baguala Kota Ambon," ucap Yuli.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan dan kebudayaan Maluku Husein, Ketua umum IESPA Maluku Brigjen TNI Anton Irianto Popang.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis

Editor : Daniel


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2024