Sub Satuan Tugas (Subsatgas) Satwa K9 Polda Maluku Utara yang tergabung dalam Operasi Ketupat Kie Raha 2024 melakukan patroli di Pelabuhan Feri Galala Sofifi untuk memastikan keamanan dan mencegah terjadinya tindak kriminal.

"Dalam patroli tersebut, satu anjing pelacak terlatih turut dilibatkan untuk mendeteksi barang-barang ilegal atau mencurigakan. Kehadiran anjing pelacak diharapkan dapat membantu dalam mengidentifikasi potensi ancaman atau barang ilegal yang masuk atau keluar dari Pelabuhan," kata Kabid Humas Polda Malut AKBP Bambang Suharyono di Ternate, Selasa.

Dia menjelaskan bahwa kehadiran Subsatgas Satwa beserta anjing pelacak adalah bagian dari upaya pihak kepolisian dalam pencegahan dan penindakan tindak kriminal.

Selain memfokuskan diri pada pencegahan kriminalitas, patroli yang dilakukan oleh Subsatgas Satwa K9 juga bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada pengguna sarana transportasi laut.

"Kehadiran mereka diharapkan dapat menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan fasilitas pelabuhan tersebut," ujarnya.

Operasi ini juga menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga keamanan selama masa liburan panjang, sehingga para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan tenang dan nyaman, tanpa khawatir akan potensi ancaman atau gangguan keamanan.

Secara terpisah, Kapolda Malut, Irjen Pol Midi Siswoko meminta seluruh personel di jajarannya untuk memahami karakteristik bencana serta mewaspadai potensi terjadinya rawan banjir, longsor, dan berbagai situasi selama Operasi Ketupat Kie Raha 2024.

"Dalam menghadapi situasi yang dinamis, penting untuk memahami karakteristik wilayah seperti titik rawan banjir, longsor, dan gangguan kamtibmas. Skenario-skenario menghadapi potensi gangguan dan situasi kontijensi juga perlu dipersiapkan secara matang," kata Kapolda Malut.

Kapolda menyatakan, pelaksanaan Operasi Ketupat 2024. Operasi ini merupakan komitmen sinergis TNI-Polri dengan pemangku kepentingan terkait untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1445 Hijriah.

"Berdasarkan survei Indikator, kepuasan masyarakat atas penyelenggaraan dan penanganan arus mudik tahun 2023 mencapai 89,5 persen, meningkat 15,7 persen dari tahun 2022. Presiden Joko Widodo juga menyoroti peningkatan signifikan jumlah pemudik tahun ini, yang diperkirakan mencapai 190 juta orang, meningkat 56 persen dari tahun sebelumnya," katanya.

Guna menjawab tantangan tersebut, TNI-Polri bersama pemangku kepentingan terkait melaksanakan Operasi Terpusat dengan nama sandi “Ketupat 2024”, melibatkan 155.165 personel selama 13 hari. Operasi ini bertujuan untuk memastikan keamanan di jalur-jalur rawan, seperti kemacetan, kecelakaan, kriminalitas, dan bencana alam.


 

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : Moh Ponting


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2024