Ambon (Antara Maluku) - Rencana peresmian Bandara Karel Satsuitubun Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara pada 21 Desember lalu tertunda akibat belum adanya sarana navigasi.

"Seluruh fasilitas penunjng operasional bandara sudah siap tapi khusus untuk peralatan navigasinya belum ada sehingga rencana peresmian sekaligus dioperasikannya bandara ini pekan lalu belum bisa terealisasi," kata Kepala Bandara Dumatubun Langgur, Amran Hamid yang dikonfirmasi dari Ambon, Sabtu.

Sarana pendukung yang telah dibangun hingga rampung 100 persen diantaranya landasan pacu (run way), ruang tunggu, sarana air bersih dan listrik, kecuali untuk peralatan navigasi yang harus disiapkan secepatnya.

Menurut Amran, pihaknya sudah menyurati Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan terkait rencana peresmian tersebut. Namun sejauh ini belum ada balasan dari pemerintah pusat dikarenakan permasalahan birokrasi ataupun administrasi bandara termasuk persoalan sarana navigasi yang belum dipenuhi oleh Kantor Bandara Dumatubun Langgur.

"Surat balasannya belum ada, tapi pemerintah pusat telah mengirim sebuah tim khusus untuk meninjau langsung lokasi bandara melihat kekurangan infrastruktur pendukung lainnya untuk dibenahi," katanya.

Untuk itu pihak Bandara Dumatubun telah mengusulkan penambahan sarana navigasi yang baru ke Ditjen Perhubungan Udara.

Bila Bandara Karel Satsuitubun yang bertaraf internasional ini dioperasikan, maka seluruh aktivitas penerbangan sipil akan dialihkan, sedangkan Bandara Dumatubun Langgur tetap menjadi kegatan TNI Angkatan Udara RI.

Pewarta: Daniel Leonard

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2013