Ternate, 1/11 (Antara Maluku) - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo menyatakan, hampir sebagian besar wilayah di Maluku Utara rawan bencana alam.

"Mengingat peta potensial dalam wilayah Maluku Utara memiliki laut yang sangat luas dibandingkan daratan sehingga rawan terjadi bencana alam," katanya usai membuka kegiatan pelatihan dan rapat koordinasi Basarnas Provinsi Malut, di Ternate, Sabtu.

Apalagi, sekitar 70 persen lebih daerah Maluku Utara berupa perairan sehingga banyak pergerakan kapal, berkembang gerakan di udara, tapi juga ada deretan gunung berapi yang masih aktif dan sekali waktu terjadi potensi bencana.

Bambang mengatakan, daerah ini memiliki potensi bencana dan musibah yang sangat besar, maka saat ini pihaknya tengah mempersiapkan kemampuan maupun kekuatan untuk sewaktu-waktu bila terjadi bencana bisa memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terancam jiwanya.

Untuk itu, Basarnas selalu membuat kegiatan pelatihan potensi SAR, yang antara lain mencakup rapat koordinasi dan berbagai pelatihan pemantapan lapangan.

"Kalau rapat koordinasi kita ingin mendapatkan bahwa setiap pelaku maupun manager kegiatan SAR di lapangan itu menjadi paham posisinya, sistemnya maupun komando kendali, sehingga semua kekuatan yang hadir di daerah operasi itu menjadi efektif karena memahami posisi dan kedudukan tugas peran dan fungsinya," kata Bambang.

Dalam kegiatan pelatihan di daerah yang ditetapkan menjadi bagian dari strategi percepatan pengembangan kesiap-siagaan Basarnas dengan seluruh tim gabungan potensi agar sewaktu-waktu dapat digunakan menghadapi bahaya musibah.

Untuk mengoptimalkan operasi di medan bencana Basarnas harus membutuhkan petugas sebanyak 5.700 personil. Namun, sekarang tercatat sebanyak 3.300 personil.

Bambang mengatakan, saat ini Basarnas tengah melakukan satu sistem modernisasi, penambahan kekuatan, terutama alat bantu pesawat dan perkapalan serta penambahan perlengkapan perorangan yang lebih berteknologi.

"Supaya personil Basarnas ke lapangan tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik manusia, tetapi dibantu kemudahan tugas dengan menggunakan teknologi dan di Maluku Utara ditempatkan dua kapal dengan ukuran 28 GT dan 36 GT,"ujarnya.

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2015