Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku menggandeng petani, penyuluh pertanian, dan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan untuk mengawal mutu benih padi melalui kegiatan roguing dan monitoring fase pertumbuhan padi di Desa Waimital, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
“Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Perbenihan Tahun 2026 guna memastikan benih padi unggul yang dihasilkan memiliki mutu dan kemurnian genetik yang baik sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di Provinsi Maluku,” kata Kepala BBRMP Maluku Gunawan di Ambon, Jumat (15/5).
Tim BBRMP Maluku yang terdiri atas Pengawas Benih Tanaman Mitha Febrianti Yutananda dan Nathalia Ully Nadeak turun langsung melakukan pengawasan di lapangan terhadap varietas padi Inpari 42 dan Padjajaran.
Pengamatan dilakukan di empat titik lahan seluas masing-masing satu hektare di Desa Waimital dengan melibatkan kolaborasi antara BBRMP Maluku, petani, penyuluh pertanian, serta Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPHPT).
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengamatan terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, hingga identifikasi tanaman tipe simpang yang berpotensi menurunkan kualitas benih.
“Tanaman yang dinilai menyimpang langsung dicabut hingga ke akar untuk mencegah pencampuran varietas dan menjaga kemurnian genetik benih padi yang dikembangkan,” ujar dia.
BBRMP Maluku menyebut kegiatan roguing dan monitoring tidak hanya menjadi langkah teknis dalam proses produksi benih, tetapi juga mencerminkan sinergi antara pemerintah dan petani dalam menghadirkan benih padi yang sehat, murni, dan berkualitas tinggi.
“Melalui pengawalan sejak fase pertumbuhan tanaman, varietas Inpari 42 dan Padjajaran diharapkan mampu memberikan hasil optimal dan menjadi andalan petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Maluku,” ujar dia.
Editor : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2026