Ambon (ANTARA) -

Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku bersama Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Maluku memperkuat kolaborasi untuk membangun sistem produksi benih mandiri di tingkat provinsi.

“Langkah ini difokuskan pada pemurnian dan sertifikasi benih guna menjamin ketersediaan benih berkualitas bagi petani di Maluku,” kata Kepala BBRMP Maluku Gunawan di Ambon, Selasa.

Kolaborasi tersebut mengemuka dalam kunjungan Kepala BPSB Maluku Mufli Tuanaya ke BBRMP Maluku yang diterima langsung Kepala BBRMP Maluku Gunawan, bersama jajaran.

Pertemuan ini menjadi kesempatan strategis untuk menyinergikan pengembangan sektor perbenihan melalui koordinasi teknis dan penguatan peran masing-masing lembaga.

Dalam diskusi, kedua pihak menyoroti pentingnya penyediaan benih unggul, seperti benih berlabel ungu atau Benih Pokok (Stock Seed), yang berperan menjaga kemurnian varietas sekaligus meningkatkan hasil produksi pertanian.

“Selama ini, petani di Maluku masih banyak bergantung pada pasokan benih dari luar daerah, yang berdampak pada tingginya biaya produksi dan terbatasnya akses terhadap benih bersertifikat,” ujarnya.

BBRMP Maluku menyatakan kesiapan untuk mengambil peran lebih besar sebagai penangkar benih di tingkat provinsi.

Upaya ini diharapkan mampu menghadirkan ketersediaan stok benih unggul secara berkelanjutan di dalam daerah serta mengurangi ketergantungan distribusi dari luar Maluku.

“Dengan dukungan teknis dan pengawasan dari BPSB, proses pemurnian dan sertifikasi benih ditargetkan berjalan lebih optimal dan sesuai standar. Program ini direncanakan mulai dilaksanakan pada Juni 2026,” katanya.

Ke depan, kolaborasi ini diharapkan menjadikan Maluku sebagai salah satu pusat pengembangan benih yang andal, sehingga petani dapat memperoleh benih berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas dan kemandirian pangan daerah.

Sinergisitas BBRMP dan BPSB ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem perbenihan yang berkelanjutan di Maluku.

Dengan sistem yang terbangun, distribusi benih diharapkan lebih merata, harga lebih stabil, serta mampu mendukung peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah.



Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026