Ternate (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyampaikan duka cita atas ditemukannya satu korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu.

Korban berinisial E, warga negara Indonesia, ditemukan Tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 50 meter dari bibir kawah Gunung Dukono setelah dilakukan pencarian intensif di tengah aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

"Saya turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Sherly.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menyampaikan apresiasi kepada personel Tim SAR gabungan, TNI-Polri, BPBD, Basarnas, relawan, tenaga kesehatan, dan seluruh unsur terkait yang terlibat dalam operasi pencarian.

Berdasarkan laporan tim di lapangan, proses evakuasi menghadapi kendala akibat material pasir vulkanik yang menutupi area pencarian dengan ketebalan bervariasi.

Selain menemukan korban pertama, tim SAR juga mengidentifikasi dua titik timbunan material pasir yang diduga berkaitan dengan dua korban lain yang masih dalam pencarian. Kedua titik tersebut telah ditandai menggunakan koordinat GPS dan akan menjadi fokus pencarian lanjutan pada Minggu (10/5/2026).

Gubernur menyatakan dukungan penuh kepada seluruh personel SAR gabungan agar tetap mengutamakan keselamatan dalam menjalankan operasi kemanusiaan.

"Kami berharap proses pencarian berikutnya berjalan lancar dan dua korban lainnya segera ditemukan," katanya.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga mengimbau masyarakat mematuhi rekomendasi dan larangan aktivitas di sekitar kawasan rawan Gunung Dukono demi keselamatan bersama.



Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026