Ternate, 2/2 (Antara Maluku) - Harga komoditas biji pala di Ternate, Maluku Utara (Malut) pada pekan ini bertahan di angka Rp55.000 per kg, demikian pula fuli pala tetap pada harga Rp115.000 per kg.

"Dengan harga biji pala yang hanya Rp55.000 per kg dan fuli pala Rp115.000 per kg, jelas sangat merugikan petani, apalagi jika dibandingkan dengan biaya hidup sekarang ini yang semakin tinggi," kata Burhan Marsaoly, seorang petani pala di Ternate, Kamis.

Para petani pala di daerah ini menginginkan harga biji pala bisa mencapai diatas Rp70.000 per kg dan fuli pala Rp150.000 per kg, seperti yang terjadi pada beberapa tahun lalu agar para petani bisa menikmati pendapatan yang memadai dari hasil tanaman palanya.

Oleh karena itu, Burhan Marsaoly mengharapkan kepada pemerintah setempat dan pihak terkait lainnya untuk melakukan berbagai kebijakan guna mengangkat harga pala, misalnya dengan mengeluarkan regulasi yang mengatur harga standar komoditi itu.

Para pedagang dan pengusaha pengumpul biji pala dan fuli pala, termasuk komoditas perkebunan lainnya untuk jujur dalam melakukan pembelian, karena disinyalir rendahnya harga itu karena permainan mereka untuk mencari keuntungan besar.

Sementara itu salah selah seorang pengusaha hasil bumi di Ternate Jhoni mengaku masih rendahnya harga biji pala dan fuli pala di Ternate karena harga pembelian di daerah tujuan antarpulau, seperti Surabaya juga sangat rendah.

Harga komoditas perkebunan lainnya di Ternate yang juga masih rendah adalah cengkih yakni Rp94.000 per kg, namun harga ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan pekan lalu yang hanya Rp93.000 per kg.

Jhoni menyebutkan untuk harga kopra di Ternate pekan ini Rp10.000 per kg atau turun dibanding dengan pekan lalu yang mencapai Rp11.000 per kg, sedangkan kakao nonfermentasi bertahan diangka Rp25.000 per kg.

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2017