Ternate, 27/11 (Antara) - Sehubungan dengan prediksi pariwisata akan menjadi leading sector pendapatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Timur, Maluku Utara (Malut) diminta fokus mengembangkan wisata bahari, khususnya wisata pantai pasir putih, wisata bawah laut dan wisata mancing.
"Di Halmahera Timur ada juga potensi wisata lain, seperti wisata alam dan peninggalan sejarah, tetapi yang paling berpeluang menarik minat wisatakan untuk berkunjung adalah wisata bahari tersebut," kata pemerhati pariwisata Malut, Ruslan di Ternate, Senin.
Apalagi Halmahera Timur berdekatan dengan Pulau Morotai, yang telah ditetapkan sebagai salah satu dari sepuluh destinasi wisata utama di Indonesia, sehingga wisatawan yang berkunjung di Pulau Morotai berpeluang melanjutkan perjalanan ke Halmahera Timur.
Menurut dia, dalam mengembangkan wisata bahari di daerah itu, yang harus diprioritaskan pemkab setempat adalah penyediaan sarana dan prasarana penunjang di setiap objek wisata. Untuk pengembangan objek wisata bawah laut misalnya, Pemkab Halmahera Timur harus menyediakan fasilitas alat selam dan pemandunya, karena wisatawan yang datang tidak mungkin membawa sendiri fasilitas itu, terutama wisatawan dari mancanegara.
Selain itu, kata Ruslan, fasilitas akomodasi yang sesuai dengan standar yang diinginkan wisatawan serta akses menuju objek wisata, termasuk ketersediaan layanan telekomunikasi di sekitar objek wisata. 
Sebelumnya Pemkab Halmahera Timur menyebutkan bahwa daerah itu pada 2018 mendapat anggaran Rp2 miliar lebih dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengembangan sejumlah objek wisata, di antaranya wisata bahari.
Salah satu objek wisata di Halmahera Timur yang akan dikembangkan dari anggaran DAK itu adalah objek wisata Pulau Pulun, di antaranya untuk pengadaan fasilitas alat selam dan pelatihan pemandu wisata selam serta pembuatan jalan stapak menuju air terjun Tiga Bidadari.

Pewarta: La Ode Aminuddin

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2017