Harga telur ayam ras di Piru, ibu kota kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), provinsi Maluku pada pertengahan pekan ketiga September 2019 turun sehingga diapresiasi para ibu rumah tangga.

Salah seorang pedagang di Piru, Kong, dihubungi dari Ambon, Rabu, membenarkan, stok telur ayam ras cukup banyak sehingga mempengaruhi harga jual.

Harga telur ayam ras produksi peternak desa Hatusua, kabupaten SBB dijual bervariasi Rp295.000 - Rp300.000 per ikat (180 butir) turun dibandingkan pekan kedua dan ketiga September 2019 yang mencapai Rp310.000 per ikat.

Sedangkan, per rak turun dari Rp55.000 menjadi Rp52.000.

Dia mengakui, sejak 2018 memasok telur ayam ras produksi peternak desa Hatusua karena kualitasnya baik, tidak busuk atau pecah.

"Khan jarak tempuh Piru - Hatusua hanya sekitar 40 menit sehingga kualitas produksi telur dari sana terjamin," kata Kong.

Disinggung pasok telur dari para agen di Ambon, ibu kota provinsi Maluku, dia menjelaskan, membutuhkan anggaran besar dibandingkan pengadaan dari desa Hatusua.

"Bayangkan kalau pengadaan telur ayam ras dari Ambon, maka perlu mengeluarkan ongkos transportasi ke dermaga penyeberangan feri Hunimua, desa Liang, pulau Ambon - Waipirit, kabupaten SBB maupun tiket ferry, ongkos buruh, telur sering busuk atau pecah bila sudah tiba di Piru," ujar Kong.

Ditanya soal bawang, dia mengemukakan, bawang merah dijual Rp30.000 per Kg dan bawang putih bervariasi Rp37.500 - Rp55.000 per Kg.

"Kami diberitahu agen pemasok di Ambon bahwa harga bawang, baik merah maupun putih kemungkinan stabil untuk kurun waktu tertentu karena menyesuaikan dengan harga berlaku sentra produksi di pulau Jawa, termasuk mereka memperhitungkan ongkos kapal, buruh dan lainnya," kata Kong.

Pewarta: Alex Sariwating

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2019