Istri Gubernur Maluku,  Widya Pratiwi memilih merayakan Hari Ulang Tahun ke-51 yang jatuh pada Rabu dengan mengelar lomba menggambar dan mewarnai bagi ratusan anak di Kota Ambon.

Lomba menggambar dan mewarnai yang dipusatkan di gedung Islamic Center, diikuti 122 siswa Paud khususnya kategori kelompok bermain serta 90 orang siswa Taman Kanak-Kanak di ibu kota provinsi Maluku tersebut.

Anak-anak yang mengikuti lomba diberikan peralatan menggambar dan mewarnai secara gratis dan mereka diberi tenggat waktu 90 menit untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Lomba tersebut dibuka Istri Gubernur dengan pemukulan tifa dan didampingi Ketua Darma Wanita Maluku Nurhayati Jasin, Kepala Perwakilan BKKN Maluku Renta Rego, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Danny Indey, Plt Kadis Pendidikan Insun Sangadji dan Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Maluku Halima Soamole.

Widya mengaku lomba menggambar dan mewarnai selain memeriahkan HUT ke-51 tahunnya juga sebagai rangkaian peringatan Hari Kartini pada 21 April 2021. 

Selain menggambar dan mewarnai untuk anak-anak, Widya yang juga Bunda Paud Maluku mengaku telah digelar serangkaian lomba lain melalui program Membangun Negeri diantaranya cipta dan baca puisi untuk pelajar kelas 4-6 Sekolah Dasar se-Maluku, lomba bertutur untuk pelajar SMP serta menulis cerita rakyat untuk siswa SMA se-Maluku. 

"Seluruh rangkaian lomba ini saya dedikasikan untuk mendorong peningkatan minat baca masyarakat di semua jenjang usia, terutama para pelajar di Maluku," ujarnya. 
Istri Gubernur Maluku Widya Pratiwi melihat anak-anak sedang menggambar di Islamic Center Kota Ambon, Rabu (28/4). Widya merayakan HUT ke-51 dengan menggelar lomba menggambar dan mewarnai diikuti 200-an siswa Puad dan TK di Ambon. (FOTO: HO/Humas Pemprov Maluku)

Widya yang pada Selasa (27/4) dikukuhkan sebagai Bnda Literasi oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhamad Syarif Bandon, mengaku minat baca di provinsi Maluku saat ini masih tergolong rendah yakni 52,90 persen, dan upaya pengembangan dan peningkatan minat baca tidaklah mudah untuk dilakukan.

Karena itu dirinya memilih menggagas sejumlah lomba tersebut untuk mengasah otak, menumbuhkan kreativitas serta meningkatkan minat baca dan mencerdaskan anak-anak di Maluku. 

"Saya ingin ke depan anak-anak Maluku dapat menjadi generasi muda cerdas dan sadar literasi, serta dapat menopang pemerintah menggerakkan pembangunan dan memberdayakan pemberdayaan masyarakat," katanya.

Kendati penyelenggaraan berbagai lomba dilaksanakan di tengah masa pandemi COVID-19, tetapi berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Widya yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Maluku dan Duta Parenting menambahkan dirinya memikul tanggung jawab berat untuk mensosialisasikan budaya literasi hingga ke seluruh lapisan masyarakat, karena dampaknya ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. 
 

Pewarta: Jimmy Ayal

Editor : Lexy Sariwating


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2021