Kondisi masyarakat pada sejumlah desa terdampak gempa bumi tektonik magnitudo 6.1 pada Rabu, (16/6) di Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku cukup baik dan sudah ada tim medis yang menangani mereka.

"Untuk tempat-tempat pengungsian, masyarakat dalam kondisi baik dan tidak ada korban jiwa atau luka-luka," kata Kasie Kedaruratan Satlak BPBD Kabupaten Maluku Tengah, Umar Sopalatu yang dihubungi dari Ambon, Kamis.

Menurut dia, tim medis dari Puskesmas telah dikerahkan untuk menangani para pengungsi,  terkhusus bagi mereka yang sudah masuk kategori lanjut usia dan masih bertahan pada setiap titik pengungsian.

"Kalau data penanganan pengungsi yang ditangani tim medis itu ada pada Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah," ujarnya.

Sementara berbagai bantuan yang telah disalurkan dari Satlak BPBD Malteng berupa makanan atau bahan kebutuhan pokok,  tenda, tikar, serta selimut.

Umumnya warga pada desa-desa yang terdampak ini mengungsi secara mandiri sehingga sudah ada yang kembali ke rumahnya setelah BPBD memberikan pemahaman informasi tsunami seusai gempa tektonik tidak terjadi.

"Pernyataan  terakhir dari BMKG kalau potensi tsunami tidak ada sehingga warga telah diimbau untuk kembali ke rumahnya. Sedangkan, sebagian masih bertahan di pengungsian karena rumahnya mengalami kerusakan ringan yang jumlahnya lebih dominan, sementara yang rusak sedang hanya beberapa unit rumah," kata Umar.

Terjadinya kenaikan air laut pascagempa pada Rabu, (16/6) pukul 13:43 WIT di Teluk Teluti akibat adanya longsoran bawah laut.

"Kami masih terus melakukan pendataan di lapangan sejak kemarin dan baru terselesaikan tiga desa sehingga prosesnya masih dilanjutkan untuk desa-desa lainnya," kata Umar.

Warga yang masih bertahan di pengungsian ini berasal dari desa-desa yang masuk zona merah dan rumah-rumahnya mengalami kerusakan berat atau sedang.

Misalnya di Haya terdapat empat titik lokasi pengungsian di belakang desa tersebut, Desa Tehoru enam titik kumpul, Dusun Mahu tiga titik kumpul, Desa Saunolu  empat titik, dan Desa Japuti empat titik.

 

Pewarta: Daniel Leonard

Editor : Lexy Sariwating


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2021