Badan Ketahanan Pangan Maluku akan mengolah jagung menjadi beras sebagai makanan pokok khusus untuk beberapa daerah di Maluku.
"Dalam tahun ini, kami berencana untuk mengolah jagung menjadi beras jagung, sehingga bisa dikonsumsi masyarakat menggantikan beras padi," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan atau BKP Maluku Syuryadi Sabirin kepada ANTARA di Ambon, Jumat.
Menurut dia, mengubah jagung menjadi beras merupakan program diversifikasi pangan yang digalakkan sejak 2010, guna mengurangi jumlah konsumsi masyarakat terhadap beras sebanyak 1,5 persen per tahun.
"Proyek percontohannya akan dilakukan di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya," katanya.
Sabirin mengatakan, pihaknya telah menyurati Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) Kementerian Negara Teknologi dan Riset untuk menyediakan alat yang bisa mengubah jagung menjadi beras jagung.
"Suratnya sudah kami kirim, Jumat (28/1) kepada BPPT Kementerian Negara Teknologi dan Riset, karena mereka memiliki alat yang dapat merekayasa jagung menjadi beras. Nantinya alat itu akan digunakan oleh masyarakat," katanya.
Ia juga mengatakan, pihaknya juga meminta kepada BPPT untuk mengadakan pelatihan penggunaan alat tersebut kepada sejumlah masyarakat dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat.
"Dana untuk penyediaan alat dan pelatihan kepada masyarakat telah kami siapkan," katanya.
Sabirin menambahkan, sebelumnya BKP Maluku telah mendiversifikasikan tepung sagu menjadi pati sagu yang kemudian diolah menjadi beragam pangan yang bisa dikonsumsi masyarakat, seperti mie, kue-kue kering dan sebagainya.
"Untuk program diversifikasi sagu sudah kami lakukan pada 2010. Jadi sekarang kami hanya melanjutkan program pengembangannya dengan memberdayakan masyarakat," katanya.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.