Tempat jualan aneka dagangan makanan dan minuman di pantai Natsepa, Desa Suli, Pulau Ambon dibenahi menjelang Sail Banda yang penyelenggaraannya dijadwalkan pada 12 Juni - 17 Agustus 2010, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku, Burhan Banjar.
"Disperindag Maluku melalui APBD 2010 telah membantu 40 unit tenda kepada ibu-ibu penjual rujak, sagu gula, pisang goreng, sukun goreng, kelapa muda maupun es jeruk agar tempat jualan di pantai Natsepa terlihat rapi dan lebih menyemarakkan objek wisata pantai menjelang kegiatan bahari bertaraf internasional tersebut," katanya, di Ambon, Jumat.
Selain 40 unit tenda dengan aneka warna yang memperindah pantai Natsepa itu juga diberikan masing-masing dua unit kursi panjang, etalase bahan baku makanan dan minuman, tempat sampah.
"Kami sedang menanti pengadaan plastik dari Surabaya, Jatim untuk dipasang mengantisipasi hujan sehingga para penjual maupun pengunjung tidak basah," ujar Burhan.
Pembenahan tempat jualan itu dikoordinasikan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Maluku maupun Maluku Tengah agar mendukung objek wisata pantai yang merupakan salah satu primadona kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Kami memfasilitasi para penjual, tapi program sapta pesona merupakan kewenangan Disbudpar Maluku sehingga pengembangannya saling mendukung sehingga pantai Natsepa yang disiapkan untuk menerima peserta, tamu maupun wisatawan Sail Banda," kata Burhan.
Pantai Natsepa ditempuh dengan kendaraan bermotor dari pusat kota Ambon sepanjang 18 KM membutuhkan tenggat waktu 20 - 30 menit.
Di sana tersedia perahu disewa Rp50 ribu per jam. Sedangkan pelampung Rp3.000 - Rp5.000, tergantung ukurannya.
Pengelola pantai Natsepa memberlakukan tarif masuk untuk anak - anak Rp1.500 per orang dan dewasa Rp2.000 per orang. Sedangkan sepeda motor Rp6.000, termasuk dibonceng dan Rp3.000 untuk kendaraan roda empat dengan ketentuan satu penumpang Rp2.000.
Pantai Natsepa yang terkenal dengan pasir putih bisa dinikmati sambil menikmati rujak Suli ditawari rujak Suli yang dijual Rp7.000 per bungkus, kelapa muda Rp8.000 per buah, es kelapa muda Rp8.000 per gelas, jagung rebus ukuran besar Rp4.000 dan kecil Rp10.000 (tiga buah), pisang goreng Rp1.000 per buah dan cempedak goreng Rp2.000 per buah.
Personil polisi wisata juga terlihat tetap memantau aktifitas para pengunjung sambil mengingatkan para pemuda agar tidak mengkonsumsi minuman keras maupun obat-obatan terlarang.
Pantai ini landai, lebar dan sangat terkenal sejak dulu, dengan pasir putihnya yang halus. Untuk mencapai pantai ini dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat, atau angkutan umum trayek suli, memasuki daerah wisata ini, pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan diluar pantai dengan deretan para penjual rujak maupun makanan lainnya.
Pantai Natsepa terkenal sejak abad ke-17 karena ini tempat liburan penjajah Belanda saat itu.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.