Ternate (Antara Maluku) - Dinas Kebersihan Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), kewalahan menangani sampah karena terbatasnya mobil pengangkut sampah.

Kepala Bidang Operasional Dinas Kebersihan Kota Ternate, Yusri Assagaf, di Ternate, Jumat, mengatakan instansinya membutuhkan sedikitnya 30 unit untuk mengangkut sampah di Kota Ternate, namun yang tersedia hanya 19 unit.

Ia menjelaskan, 19 unit armada sampah itu terdiri atas 14 truk yang bertugas mengangkut sampah di jalan-jalan protokol dan lima mobil jenis kijang yang bertugas mengangkut sampah di lorong permukiman warga.

"Jumlah mobil pengangkut sampah yang hanya sebanyak itu tidak dapat mengangkut seluruh sampah yang ada di Kota Ternate dari hari ke hari terus bertambah, terutama pada Ramadan ini," kata Yusri.

Menurutnya, untuk jumlah kontainer sampah di Kota Ternate juga masih kurang yakni karena hanya tersedia tiga unit, padahal idealnya lima unit untuk ditempatkan di lima pasar tradisional daerah ini.

Oleh karena itu, Yusri mengharapkan adanya pengertian dari masyarakat Kota Ternate jika instansinya tidak dapat mengangkut seluruh sampah yang bertebaran setiap harinya.

Apalagi kondisi para petugas di lapangan sangat minim, karena sampai saat ini baru tercatat sekitar 70 orang yang ditempatkan di sejumlah tempat strategis.

Dinas Kebersihan Kota Ternate telah mengusulkan penambahan mobil pengangkut sampah dan kontainer melalui APBD, tetapi karena adanya keterbatasan dana APBD, sehingga persoalan itu belum dipenuhi.

Ia mengatakan, untuk mengoptimalkan penanganan sampah di Kota Ternate, Dinas Kebersihan sebenarnya sangat mengharapkan peran dari setiap kelurahan di daerah ini.

Instansinya pernah membagikan gerobak sampah ke setiap kelurahan untuk menangani sampah di wilayah masing-masing, sekaligus memberi kewenangan kepada kelurahan untuk menagih retribusi sampah sebesar Rp2.000 per bulan kepada warga.

"Pihak kelurahan tidak serius melaksanakan tugas tersebut, bahkan gerobak sampah yang dibagikan Dinas Kebersihan tidak dirawat oleh kelurahan, sehingga sarana itu ditarik kembali instansinya," katanya.

Ia mengharapkan, masyarakat Ternate sadar untuk ikut berpartisipasi dengan penanganan sampah, diantaranya dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, mengingat Kota Ternate merupakan daerah peraih Adipura.

Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026