Sekda Kepulauan Aru, Bram Gainau, di Dobo, Selasa, mengatakan, dana tersebut telah diserahkan kepada panitia penyelenggara sebagai tanggung jawab Pemkab setempat dalam rangka pembinaan kehidupan umat beragama di daerah tersebut.
"Jadi bantuan diberikan guna mendukung penyelenggaraan dari masing - masing lembaga keagamaan yang besaran nilai dananya tergantung kegiatan," ujarnya.
Pemkab Kepulauan Aru sebelumnya juga membantu penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXIV Maluku di Dobo pada 21 - 28 Mei 2011.
Sekda Bram Gainau mengatakan, jalinan keharmonisan antarumat beragama di Kepulauan Aru merupakan perekat yang menjamin stabilitas keamanan guna mengoptimalisasikan program pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sosial.
"Kepulauan Aru yang dimekarkan dari Maluku Tenggara pada 7 Januari 2004 bertekad melestarikan warisan leluhur dengan jalinan keharmonisan antarumat untuk menyejahterakan 86.636 jiwa penduduk setempat," katanya.
Pada kesempatan lain Kepala Kementerian Agama Kepulauan Aru, Moh Dahlan Ohoirenan mengatakan, umat Islam di daerah itu siap menyukseskan MPL Sinode GPM.
Kesiapan umat Islam itu disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat saat pertemuan dengan para pimpinan agama menjelang pelaksanaan bulan suci Ramadhan 1432 Hijriah.
Jadi MUI Kepulauan Aru akan menyolisasikannya melalui para Imam maupun Ustad untuk mengimbau umat Islam di daerah itu untuk menyukseskan kegiatan basudara (saudara) beragama Kristen Protestan.
Dahlan menegaskan, kesiapan tersebut merncerminkan jalinan keharmonisan antarumat beragama yang dibingkai kekerabatan budaya menjunjung tinggi warisan leluhur.
"Ini komitmen umat beragama di Kepulauan Aru yang juga telah menyukseskan kegiatan umat Kristen Katholik dalam rangka menjaring perutusan daerah ini ke Pesta Paduan Suara Gerajani (Pesparani) tingkat provinsi Maluku dijadwalkan di Saumlaki, ibu kota kabupaten Maluku Tenggara Barat pada Oktober 2011," ujarnya.
Dia menepis anggapan bahwa kesiapan umat Islam menyukseskan MPL Sinode GPM karena basudara umat Kristen Protestan berperanserta menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Quran(MTQ) ke-XXIV Maluku di Dobo pada 21 - 28 Mei 2011.
"Jadi bukan karena membalas peranserta basudara Kristen Protestan, tapi ini komitmen umat beragama di daerah ini untuk memelihara jalinan keharmonisan antarumat beragama sebagai warisan leluhur," tandas Dahlan.
Pada penyelenggaraan MTQ di Dobo, sedikitnya 100 pendeta dan jemaat Kristen Protestan maupun Katholik ikut mengisi acara dengan menyanyikan Hymne dan Mars MTQ.
Pewarta: Lexy Sariwating: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026