Ketua Bappeda Kepulauan Aru, Arens Uniplaitta, ketika dikonfirmasi, Jumat, mengatakan, survei sejumlah pulau yang belum berpenghuni akan dilakukan tim dari kementerian Pertanian untuk menetapkan lokasi pengembangan ternak yang strategis.
Kepulauan Aru secara geografis berbatasan langsung dengan Australia baru 89 pulau di antara 547 pulau di sana yang berpenghuni.
"Jadi strategis bila lumbung tenak dikembangkan di Kepulauan Aru dan berprospek menyangga kebutuhan daging nasional di masa mendatang," ujar Arens.
Diakuinya, pengembangan lumbung ternak tersebut juga mempertimbangkan akan dikembangkannya perkebunan tebu skala besar oleh 28 perusahaan yang telah membentuk konsorsium.
Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu telah merekomendasikan pelepasan kawasan hutan untuk program tersebut pada 19 Juli 2011 sebagai persyaratan pengajuan izin ke Menteri Kehutanan.
Rekomendasi Gubernur Ralahalu tersebut, menyusul Bupati Kepulauan Aru, Teddy Tengko telah menerbitkn izin prinsip pada 25 Januari dan usaha 13 Maret 2010, sedangkan Izin Usaha Perkebunan (IUP) 2 Juli 2010.
Sosialisasi juga telah dilakukan perusahaan terhadap jajaran Pemkab Kepulauan Aru dan masyarakat yang lahannya menjadi pengembangan perkebunan tebu.
Dia menyatakan, jika perkebunan tebu dan pengembangan lumbung ternak direalisasikan, maka angka kemiskinan maupun pengangguran di Kepulauan Aru bisa teraratasi.
Kepulauan Aru yang dimekarkan dari Maluku Tenggara pada 7 Januari 2004 saat ini memiliki 65.555 rumah tangga miskin dengan penduduk sebanyak 86.636 jiwa.
"Jadi pengembangan lumbung ternak ini merupakan salah satu realisasi program dari hasil Rapat koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Perbatasan (P2DP) yang dilaksanakan Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) di Dobo, ibu kota kabupaten Kepulauan Aru pada 29 Maret - 1 April 2011," kata Arens Uniplaitta.
Pewarta: Lexy Sariwating: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.