Ternate (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara terus memperkuat ketahanan pangan nasional yang diwujudkan melalui pemanfaatan potensi lokal di berbagai daerah, terutama dalam peningkatan potensi sektor perikanan.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Halmahera Utara, Victor O. Mangimbulude dihubungi, Jumat mengatakan, fasilitas ini menjadi bukti nyata bahwa potensi sektor perikanan daerah dapat dikembangkan secara serius dan berkelanjutan.
"Ini bisa menjadi pusat pembelajaran semacam sekolah lapangan bagi generasi muda, sekaligus memperkuat peran desa dalam pengembangan sektor perikanan," ungkapnya.
Sehingga, kata dia, dengan pengelolaan oleh BUMDes dan dukungan dari berbagai pihak, fasilitas budidaya ikan nila di Desa Soahukum diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus model pengembangan potensi lokal yang dapat diadopsi di wilayah lain.
Menurut dia, di Kabupaten Halmahera Utara, langkah ini mengambil bentuk yang konkret melalui kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam pengembangan budidaya ikan air tawar di wilayah lingkar tambang.
Oleh karena itu, Pemkab Halut mengapresiasi langkah manajemen Nusa Halmahera Minerals (NHM) yang dinilai sejalan dengan agenda pembangunan nasional.
Ia menekankan pentingnya sinergi multipihak dalam menjaga dan mengembangkan fasilitas ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
"Ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Mari kita jaga dan kembangkan bersama agar manfaatnya semakin luas," ujarnya.
Sementara, Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan NHM Peduli, Irwan Malaka, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata tanggung jawab perusahaan dalam menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
"Budidaya ikan nila ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran berbasis teknologi bioflok, sehingga masyarakat dapat mengoptimalkan potensi yang mereka miliki," katanya.
Irwan menambahkan bahwa pengelolaan fasilitas akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Soahukum sebagai langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan program.
Skema ini diharapkan mendorong kemandirian desa, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat perputaran ekonomi lokal.
Sementara, manajemen PT NHM melalui Yayasan NHM Peduli, memfasilitasi pembangunan infrastruktur Sadakah Farm – pusat budidaya ikan air tawar di Desa Soahukum, Kecamatan Kao Barat.
Fasilitas ini digunakan sebagai bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung program prioritas pemerintah di sektor ketahanan pangan dan penguatan ekonomi desa.
Dia menambahkan, kehadirannya diharapkan mendorong transfer pengetahuan dan pengembangan sektor perikanan tidak hanya di Desa Soahukum, tetapi juga dapat direplikasi di desa-desa maupun kecamatan lain di wilayah tersebut.
Pewarta: Abdul FatahUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026