"Kondisi keamanan saat ini sudah cukup terkendali serta eskalasi konfliknya makin menurun. Sabtu siang ini Polda menambah dua SSK Brimob dan Samapta yang dipimpin Dirpolair ke lokasi kejadian," kata Kabid Humas Polda Maluku, AKBP J. Huwae di Ambon, Sabtu.
Bentrok internal warga Pelauw ini terjadi sejak Sabtu pagi (11/2), mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka, sementara 300 rumah hangus terbakar.
Huwae mengaku belum mengetahui secara pasti identitas para korban meninggal dunia maupun luka-luka berat dan ringan, termasuk berapa besar kerugian material yang dialami warga akibat rumah mereka hangus terbakar.
"Marga Salampessy di Negeri Pelauw memang terbagi dua, yakni Salampessy Muka dan Salampesy Belakang," katanya.
Dua marga ini melakukan rapat internal untuk menentukan tanggal peresmian 'Rumah Adat Salampessy'. Rapat tidak mencapai kesepakatan karena tidak ada yang bersedia mengalah dan masing-masing tetap mempertahankan tanggal peresmian rumah adat, maka terjadilah bentrokan.
Silang pendapat ini menyebabkan mereka saling berhadap-hadapan menggunakan senjata tajam seperti parang, tombak dan panah serta bahan peledak, mengakibatkan tiga orang dari Salampessy Muka dan dua orang dari Salampessy Belakang tewas mengenaskan.
"Meski Polda telah mengirim satu SSK Brimob sejak Sabtu pagi untuk meredam bentrokan, tapi Sabtu siang ini akan dikirim lagi dua SSK untuk menyelesaikan persoalan di Pelauw dan menggiringnya ke proses hukum," kata Huwae.
Pewarta: Daniel Leonard: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.