Ambon (Antara Maluku) - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) mendisain pembangunan jalan tol ruas Langgur, ibu kota kabupaten setempat - Bandara Ibra, kecamatan Kei Keil sepanjang 14 KM demi kelancaran aktivitas lalu lintas.

Bupati Malra, Andreas Rentanubun, ketika dikonfirmasi, Selasa, mengatakan, telah memfasilitasi pembebasan lahan untuk pembangunan ruas jalan Langgur - Bandara Ibra sepanjang 14 KM dan lebar 12 meter.

"Kami mendisain ruas Langgur - Bandara Ibra harus menjadi jalan tol karena lokasinya memungkinkan sehingga bila fasilitas perhubungan udara tersebut rampung dan dioperasikan, maka menjadi pintu 'masuk - keluar' Malra dan Kota Tual," ujarnya.

Untuk maksud tersebut, maka ruas jalan yang telah dibangun Balai Jalan Nasional IX (Maluku dan Maluku Utara) sejak 2010 akan didukung dengan pelebaran menjadi 12 meter dari saat ini hanya 10 meter.

Bupati Rentanubun menyatakan dana pelebaran jalan itu telah dialokasikan melalui APBD Malra 2012 tanpa merinci nilainya.

"Pastinya bertahap sesuai kondisi keuangan daerah dan ruas jalan telah dibangun melalui dana APBN," katanya.

Dia memastikan bila bandara Ibra maupun fasilitas penunjang sudah rampung, termasuk ruas jalan dari Langgur, maka aktivitas penerbangan komersial dialihkan ke sana.

Selama ini penerbangan komersial memanfaatkan Bandara Dumatubun milik TNI -AU.

"Jadi Pemkab Malra mendukung pembangunan Bandara Ibra maupun ruas jalan Langgur ke sana sehingga bila beroperasi dijamin kelancaran penerbangan komersial, baik ke Ambon, ibu kota provinsi Maluku, Dobo (Kepulauan Aru), Saumlaki (Maluku Tenggara Barat) maupun ke Papua dan Papua Barat," ujar Bupati.

Pada kesempatan lain Kepala Desa Langgur, Josef Rettob mengapresiasi pembangunan ruas jalan tersebut karena memotivasi petaninya mengelola lahan pertanian berskala besar di sepanjang sarana perhubungan darat itu.

Warga Langgur maupun Tual juga telah memanfaatkan ruas tersebut untuk jalan santai maupun berlahraga santai sambil menikmati pesona wisata alam yang udaranya bersih dan sejuk,

Sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ruas jalan Langgur - Bandara Ibra, Ot. Louhenapessy mengatakan, Kementerian PU pada 2010 mengalokasikan dana Rp2,45 miliar melalui Balai Jalan Nasional IX (Maluku dan Maluku Utara) untuk membangun dan menghotmix sepanjang 1,5 KM.

Tahun anggaran 2011 Rp9,92 miliar untuk 5,75 KM dan 2012 Rp5,32 miliar bagi 2,5 KM.

Sementara itu, Kabid Perhubungan udara Dinas Perhubungan Maluku, John Rante mengatakan hingga 2011 telah dibangun konstruksi landasan pacu Bandara Ibra sepanjang 1.100 X 30 meter.

Kementerian Perhubungan menambah lagi 300 meter X 30 meter pada tahun anggaran 2012.

"Tahap awal landasan pacu Bandara Ibra dirancang sepanjang 1.400 X 30 meter sehingga mampu didarati pesawat dengan kapasitas 40 - 60 penumpang," kata John Rante.

Pewarta: Lexy Sariwating
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026