"Polair dikerahkan melakukan pengamanan wilayah perairan, termasuk menjaga kapal Pelni yang dijadikan hotel terapung bagi para peserta MTQ nasional," kata Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Syarief Gunawan di Ambon, Jumat.
MTQ tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung tanggal 9 - 20 Juni ini rencananya akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat.
Peserta yang hadir dari 32 provinsi di Indonesia diperkirakan mencapai 4.000 orang.
Kapolda mengatakan, pengerahan polisi perairan ini nantinya merupakan bagian dari operasi Kubah Siwalima 2012, yang dilancarkan untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ tersebut.
"Polda Maluku secara proaktif juga melakukan rapat-rapat koordinasi dengan Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon membahas berbagai lokasi yang akan dijadikan tempat penyelenggaraan MTQ, mulai dari lokasi pembukaan, tempat pertandingan dan tempat dilaksanakan acara penutupan," katanya.
Semua lokasi penting itu akan menjadi perhatian serius aparat kepolisian dan didukung TNI untuk diamankan, termasuk tempat-tempat penginapan para khafilah dan perjalanan mereka selama MTQ berlangsung.
"Kecuali para khafilah yang ingin pesiar secara mendadak mengunjungi objek wisata budaya seperti Masjid tua desa Hila, Kecamatan Leihitu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah atau objek wisata alam lainnya harus dikoorinasikan dengan aparat kepolisian sejak awal," katanya.
Pelaksanaan MTQ Nasional XXIV di kota Ambon dipusatkan di Tribun Lapangan Merdeka, dekat Kantor Gubernur Maluku dan situs Gong Perdamaian Dunia, juga di Masjid Raya Alfatah dan Islamic Center di kawasan Waihaong.
Pewarta: Daniel Leonard: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.