Kepala BPS Malut, Bachdi Ruswana mengatakan di Ternate, Jumat, untuk Febaruari 2012, kami mencatat Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 0,78 persen, sedangkan untuk nasional mengalami inflasi 131,01 persen dengan indeks harga konsumen 0,05 Dari 66 kota IHK.
Sedangkan angka inflasi tertinggi terjadi di Mataram sebesar 1,73 persen dan terendah di Tangerang yaitu 0,03 persen, sebanyak 40 kota mengalami inflasi sedangkan 26 kota mengalami deflasi.
Menurut dia, inflasi Kota Ternate bulan Februari 2012 menurut kelompok barang dan jasa 2,88 persen, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,14 persen.
Selanjutnya kelompok sandang 0,36 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -0,76 persen.
Ia mengatakan, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar nilainya kurang dari 0.006 persen, sedangkan kelompok kesehatan stabil.
Untuk laju inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 0,63 persen dan inflasi year on year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 5,14 persen. Sementara itu laju inflasi tahun kalender Nasional sebesar 0,81 persen sedangkan inflasi year on year adalah sebesar 3,56 persen.
Oleh karena itu, dari penghitungan inflasi Kota Ternate didasarkan pada hasil pemantauan/pendataan harga barang dan jasa yang dilakukan oleh BPS pada pasar tradisional dan pasar modern di wilayah Ternate.
Menurutnya inflasi bulan Februari 2012 ini lebih tinggi apabila dibandingkan dengan inflasi bulan Februari 2011 yang tercatat sebesar 0.36 persen. Dengan terjadinya inflasi tersebut, laju inflasi year on year Kota Ternate menjadi sebesar 5,14 persen.
Dirinya juga mengakui, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain ikan cakalang, ikan malalugis, ikan lolosi, tomat sayur, ikan tude, ikan kembung, ikan tongkol, telur ayam ras, semen, ongkos jahit dan emas perhiasan.
Sementara itu, komoditi yang mengalami penurunan harga, seperti cabe merah, cabe rawit, bayam, kangkung, bawang putih, bawang merah, sawi hijau, kacang panjang, dan tarif angkutan udara.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.