Ambon (Antara Maluku) - Pihak Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon mengerahkan 300 dosen untuk mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA maupun sederajat pada 16 - 19 April 2012.

Rektor Unpatti Ambon, Prof DR Thommy Pentury, disela-sela pengawasan UN d SMA Negeri 1 Ambon, Senin, mengatakan 300 Dosen tersebut dikerahkan ke sembilan kabupaten maupun kota di daerah ini.

"Kami dipercayakan untuk mengawasi pelaksanaan UN di Maluku tahun ajaran 2011/2012  sehingga pengawas sudah dikerahkan ke masing - masing kabupaten maupun kota  guna memastikan penyelenggaraannya bertanggung jawab," ujarnya.

Unpatti Ambon juga berkepentingan dengan pengawasan UN tahun ajaran 2011/2012 karena berkaitan rekrutmen calon mahasiswa baru tahun akademika 2012/2013.

"Jadi para pengawas telah dibekali untuk mengemban tanggung jawab tersebut dengan motivasi lulusan SMA maupun sederajat di Maluku tahun ajaran 2011/2012 lebih berkualitas dari tahun ajaran sebelumnya," tandas Rektor.

Dia juga belum memastikan berapa kuota Unpatti Ambon merekrut calon mahasiswa baru tahun akademika 2012/2013.

"Pastinya sedang diperhitungkan kuota maupun formasi masing - masing fakultas yang disesuaikan dengan daya tampung," ujar Rektor.

Disinggung pengawasan jelang UN hari pertama (Senin), dia menjelaskan, belum ada laporan indikasi soal bocor.

"Mudah - mudahan soal UN bocor tidak ada di Maluku karena bila terjadi praktek tersebut, maka mencoreng citra pendidikan daerah ini," tandas Rektor.

Sebelumnya, Wagub Maluku, Said Assagaff saat membuka sampul UN d SMA Negeri 1 Ambon menegaskan para siswa jangan terpengaruh pesan singkat (sms) soal maupun kunci jawaban ada yang bocor.

"Saya pastikan tidak mungkin ada soal maupun kunci jawaban UN yang bocor karena Pemprov Maluku sejak dini telah menginstruksikan perlunya ketat mengawasi paket - paket tersebut sehingga sektor pendidikan daerah ini jangan tercoreng," tegasnya.

Sebaliknya, Wagub menginginkan, jumlah lulusan tahun ajaran 2011/2012 lebih berkualitas, menyusul angka kelulusan tahun ajaran sebelumnya mencapai 98,9 persen.

"UN ini mencerminkan kualitas SDM Maluku sehingga para siswa hendaknya mengikuti UN dengan tidak terpengaruh sms beredar soal soal maupun kunci jawaban yang bocor," katanya.

Sedangkan Kadis Dikpora Maluku, Semmy Risambessy mengatakan UN tingkat SMA, MA maupun SMK sebanyak 24.178 siswa.

"Seluruh naskah soal sudah tiba di Dinas Pendidikan masing-masing kabupaten - kota di Maluku dan dikawal ketat aparat kepolisian setempat," katanya.

Semmy mengatakan distribusi dimulai sejak 28 Maret ke wilayah paling jauh di provinsi Maluku yakni Kabupaten Maluku barat Daya (MBD) yang letaknya berbatasan dengan negara tetangga Timor Leste dan Australia dengan menggunakan pesawat udara.

Pencetakan naskah soal UN untuk Maluku ditangani PT Temprina, Surabaya, Jawa Timur. Anak perusahaan Jawa Pos Grup itu menangani pencetakan naskah soal UN untuk enam provinsi yakni Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Gorontalo dan Sulawesi Barat (Sulbar) dan pengirimannya menggunakan jasa PT Pos Indonesia.

Khusus Maluku naskah soal yang dicetak sebanyak 602 koli atau 1.100 dus, yang terdiri atas tingkat SMA sebanyak 202 koli atau 633 dus, SMK 33 koli atau 79 dus dan sisanya 367 koli (388 dus) adalah soal UN untuk SMP dan sederajat.

Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu membuka sampul UN di salah satu SMA di Saumlaki, ibu kota kabupaten Maluku Tenggara Barat karena berada di sana untuk pelantikkan Bupat - Wakil Bupati setempat.

Sedangkan Sekda Maluku, Ros Far-Far membuka sampul UN di SMA Unggulan Siwalima di Kota Ambon.

Pewarta: Lexy Sariwating
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026