Ambon (Antara Maluku) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Ambon intensif mengantisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di ibu kota Provinsi Maluku saat musim pancaroba

"Kami berupaya melakukan pencegahan DBD di 50 desa dan kelurahan terkait musim pancaroba yang masih terjadi beberapa waktu mendatang," kata Kadis Kesehatan Kota  Ambon, Hans Liesay, di Ambon, Selasa.

Tindakan antisipasi yang dilakukan antara lain pembagian bubuk abate gratis kepada masyarakat serta pengasapan (fogging) di seluruh wilayah endemi DBD.

"Stok abate tersedia di Puskesmas. Jadi sekiranya obat abate yang dibagikan sudah habis, masyarakat bisa ke Puskesmas untuk ambil karena stoknya disediakan di sana," ujar Hans.

Dinkes Ambon juga telah menurunkan petugas dari Puskemas untuk melakukan pengasapan, khususnya daerah yang banyak terjadi korban DBD.

"Kami juga berkoordinasi dengan pihak RT atau RW untuk menyosialisasikan kepada warga agar melakukan pembersihan masing - maing lingkungan," kata Hans.

Ia mengatakan, upaya mengatasi penderita terserang DBD harus dilakukan sedini mungkin yakni merujuk pasien ke rumah sakit terdekat.

"Kan tersedia akses layanan rumah sakit maupun Puskesmas, apalagi ditunjang dengan keberadaan tenaga medis dan paramedis guna mencegah turunnya trombositnya darah yang mengancam kemungkinan penderita meninggal," ujar Hans.

Dia menegaskan, sering yang terjadi pasien terlambat dibawa ke rumah sakit atau Puskesmas sehingga terlambat untuk diselamatkan.

"Penderita yang meninggal sering karena terlambat dibawa ke rumah sakit atau Puskesma sehingga trombositnya menurun, makanya sulit untuk diselamatkan," kata Hans.

Dinkes Kota Ambon juga telah melakukan sosialisasi melalui Puskesmas maupun Posyandu agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan program Menguras, Menutup dan Menimbun ( 3 M).

"Seluruh upaya ini dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit DBD yang timbul akibat kurangnya kepedulian warga akan kebersihan lingkungan," uja Hans Liesay.

Pewarta: Shariva Alaidrus
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026