"Seluruh komponen di Tanah Air harus menyiapkan akses seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa untuk memasuki dunia pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi," kata Mendikbud Mohammad Nuh dalam sambutan tertulis yang dibacakan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu pada upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Ambon, Rabu.
Medikbud mengatakan, untuk mendukung program pendidikan emas tersebut, selama 2010 hingga 2035 Dinas Pendidikan harus melakukan investasi besar-besaran dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai upaya menyiapkan generasi 2045, yaitu 100 tahun Indonesia merdeka.
Peran strategis pembangunan bidang pendidikan untuk mewujudkan hal itu menjadi penting karena jumlah populasi usia produktif semakin meningkat.
Mendikbud Mommad Nuh juga mengingatkan jajaran Dinas Pendidikan di daerah untuk senantiasa mewaspadai dampak negatif dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap dunia pendidikan.
Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan mobilitas fisik dan nonfisik, termasuk kebudayaan dan peradaban semakin tinggi. Mobilitas yang tinggi tersebut memunculkan dominasi peradaban tertentu baik benturan antarperadaban atau terbentuknya konvergensi peradaban.
"Dalam kaitan ini, peran dunia pendidikan menjadi penting dalam membangun peradaban bangsa yang didasarkan atas jati diri dan karakter bangsa," ujar Mendikbud.
Peringatan Hardiknas yang dipusatkan di lapangan Kantor Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Maluku itu, Gubernur juga menyematkan lencana anugerah Satya Lencana Prasetya dari pemerintah Indonesia kepada Rektor Universitas Patimura (Unpatti) Ambon Prof Dr Thomas Pentury.
Upacara juga diwarnai aksi pemberian bunga oleh puluhan anak usia dini hingga TK kepada Gubernur Ralahalu dan tamu undangan yang hadir di antaranya Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Soeharsono, Komandan Lantamal IX Laksma TNI Rahadjo Dwi Prihanggono, Komandan Lanud (Danlanud) Patimura Ambon Kolonel Pnb Timbang Sembiring Meliala, Wakil Wali Kota Ambon Sam Latuconsina, serta sejumlah pejabat isntansi teknis lingkup pemerintah Provinsi Maluku.
Pewarta: James F. Ayal: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.