Korban yang dirawat di Rumah Sakit Bhakti Rahayu berjumlah 11 orang, RSUD Haulussy Ambon, 24 orang, RSU Sumber Hidup delapan orang serta Rumah Sakit Alfatah tujuh orang namun tidak ada korban yang meninggal dunia.
"Ada tiga pasien di sini yang cukup kritis dan sedang menjalani operasi tapi sejauh ini belum ada yang meninggal dunia," kata Kepala Humas RSUD Haulussy, dr. Ita Sabrina di Ambon, Selasa.
Sementara Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu dan Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaff, Asisten I Setda Maluku, Angky Renyaan, dan sejumlah pejabat pemerintah Kota Ambon mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Haulussy Ambon, untuk menjenguk para korban.
Gubernur Ralahalu mendatangi RSU Haulussy Ambon setelah selesai mengikuti upacara peringatan Hari Pattimura ke-195 yang berlangsung di Pattimura Park, lokasi patung Pahlawan Pattimura diabadikan.
Ralahalu yang mengenakan pakaian kebesaran Upulatu melihat langsung para korban yang sementara ditangani para medis membersihkan dan menjahit luka yang terkena serpihan bom, panah dan luka bakar.
Situasi di RSU Haulusy Ambon sempat tidak terkendali karena banyaknya orang yang datang menyaksikan para korban, yang membuat para medis tidak konsentrasi menangani para korban.
Gubernur bersama Wagub yang menjenguk para korban sempat dihadang oleh massa yang meminta penjelasan terkait peristiwa yang terjadi dan mengharapkan adanya jaminan keamanan serta kenyamanan dari pemerintah dan aparat TNI/Polri, namun Gubernur enggan memberikan komentar karena massa terus meneriakinya dengan suara keras.
Setelah melihat para korban, Gubernur dan Wakil Gubernur yang dikawal ketat anggota Satpol PP meninggalkan RSU Haulussy Ambon, dan selanjutnya melakukan pertemuan dengan unsur Muspida untuk membahas peristiwa yang terjadi.
Pewarta: Rosni Marasabessy: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.