Ketua Badan Kerjasama Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Ambon, Zulkifly Lestaluhu, kepada ANTARA di Ambon, Rabu, mengatakan, anggota Remas se-Kota Ambon yang akan terlibat dalam kegiatan itu berjumlah 30 orang. Begitu pun dari AM GPM dan Mudika masing-masing 30 orang sesuai permintaan panitia MTQ.
"Anggota Remas, AM GPM dan Mudika akan terlibat dalam Pam Swakarsa di bawah kendali Operasi Kubah Masjid Kepolisian Daerah (Polda) Maluku. Mereka masuk dalam Komunitas Berbasis Tempat Ibadah, salah satu komponen pengamanan MTQ ke XXIV," kata Zulkifly Lestaluhu.
Lestaluhu mengatakan, para pemuda itu akan di tempatkan di lokasi-lokasi di mana berlangsungnya perlombaan MTQ, di antaranya di Kampus Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon dan Gedung Islamic Centre di Waihaong, Kecamatan Nusaniwe.
"Mereka akan menjaga jalannya perlombaan bersama pihak-pihak atau organisasi atau aparat pengamanan resmi yang ditunjuk panitia MTQ, seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Satpam dan FKPPI," katanya.
Menurut dia, anggota AM GPM, Mudika dan Remas yang akan mengamankan jalannya kegiatan MTQ tidak diberi pelatihan khusus terkait pengamanan. Mereka hanya membantu menjaga keamanan dan ketertiban bersama petugas Satpol PP dan Polisi.
"Dalam Pam Swakarsa itu tidak ada latihan khusus. Kami cuma menyeleksi anggota Remas yang dinilai baik dari segi kesehatan dan mentalnya," katanya.
Polda Maluku dan Kodam XVI Pattimura juga telah mengatur pengamanan MTQ baik untuk Khafilah, tamu istimewa maupun VVIP di Kota Ambon.
Panglima Kodam XVI/Pattimura Mayjen TNI Suharsono mengatakan, sistem pengamanan tamu istimewa atau VVIP yang akan menghadiri pelaksanaan MTQ akan dilakukan sesuai ketentuan Undang-eUndang nomor 04 tahun 2004 tentang TNI.
"Kesiapan dan keterlibatan jajaran TNI mengacu pada UU nomor 04 terkait pemberian pengaman tehadap pejabat VVIP seperti kepala negara, wakil kepala negara maupun tamu negara lainnya sudah ada standar baku prosedur penangananya," kata Pangdam Mayjen TNI Suharsono.
Paket pengamanan baku ini bergantung dari jumlah sasaran dan pejabat yang hadir itu disesuaikan jumlah kebutuhan pengerahan kekuatan personel di lapangan nanti.
Saat ini aparat TNI-AD menggunakan hari Sabtu dan Minggu untuk latihan kesiapan pengamanan para VVIP MTQ karena lebih sepi dari aktivitas masyarakat.
"Bukannya kami tidak mau berlibur tapi lebih memanfaatkan waktu berlatih pada dua hari ini agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat," katanya.
Pewarta: Rosni Marasabessy: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.