"Kami akan minta DPP untuk segera mengevaluasi kinerja Ketua DPD maupun Ketua OKK PDI Perjuangan Provinsi Maluku," kata Ketua PAC PDIP Kecamatan Nusaniwe, Vecky Diaz kepada wartawan di Ambon, Senin.
Menurut Diaz, yang juga anggota DPRD Kota Ambon, alasan untuk mengevaluasi dua kader PDIP tersebut adalah ketidakmampuan mengatur organisasi sehingga terjadi kekalahan partai ini di Pilkada sejumlah kabupaten dan kota.
Diaz mengungkapkan kekalahan PDIP dalam Pilkada di Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Pulau Buru, Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual, Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Timur, dan Maluku Tengah putaran pertama.
PDIP hanya menang di Kabupaten Buru Selatan dan Maluku Tenggara Barat.
"Jadi kami nilai mereka berdua tidak sepenuh hati membangun dan membesarkan PDIP di Maluku. Sepertinya ada kesan mereka hanya menggunakan partai sebagai kendaraan untuk mencapai kepentingan pribadi," ujarnya.
Karena itu, lanjutnya, DPP diharapkan segera mengambil langkah-langkah penting demi membangun kembali kejayaan PDI-Perjuangan di provinsi ini.
"Kalau tidak, partai ini tetap saja akan digunakan oknum tertentu untuk kepentingan pribadi," ujarnya.
Menjawab pertanyaan wartawan, Vecky Diaz mencontohkan sikap PDIP dalam Pilkada Maluku Tengah putaran kedua yang mendukung pasangan Ina-Ama (Jusuf Latuconsina-Liliane Aitonam), bukan kepada pasangan Tuasikal Abua-Marlatu L Leleuri (Tulus).
Padahal, katanya, pada Pilkada 2007 PDIP memberikan dukungan kepada L. Leleuri sebagai calon Bupati Malteng.
"Jadi, yang sekarang terjadi ini tidak lagi berada dalam logika politik, tetapi kepentingan pihak-pihak tertentu semata," kata Vecky Diaz.
: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.