Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Maluku, Bustaman Ohorella kepada ANTARA di Ambon, Minggu, mengatakan pihaknya kini sedang menghitung subsidi yang harus dikeluarkan.
"Subsidi untuk bazar tahun lalu tidak sama dengan tahun lalu. Sekarang harga beberapa kebutuhan pokok melonjak, misalnya gula, telur dan beras. Jadi perhitungannya (subsidi) akan kami sesuaikan dengan anggaran yang diberikan pemerintah provinsi," kata Bustaman Ohorella.
Ia mencontohkan subsidi gula yang saat ini berada pada kisaran Rp14.000 per kg tidak akan sama seperti saat harganya masih Rp11.000 per kg.
Menurut dia, stok kebutuhan pokok yang akan dijual dalam bazar Ramadan tahun ini tidak akan berbeda dengan yang disiapkan untuk tahun lalu.
Meskipun harga beberapa komoditi melonjak, Pemprov Maluku telah menganggarkan dana yang cukup.
"Tahun ini anggaran untuk subsidi cukup besar. Kami akan sesuaikan subsidinya, tapi tidak akan mengurangi jumlah stok dari bazar sebelumnya," katanya.
Bazar Ramadhan 1433 Hijriah direncanakan berlangsung di tempat (stasioner) dan keliling (mobile) pada 9 - 14 Agustus 2012.
Dikatakan Ohorella, Disperindag Maluku akan bekerja sama dengan Disperindag Kota Ambon untuk kegiatan itu.
Pemerintah Kota Ambon, kata dia, akan membuka arena dagangan di tempat yang berbeda dengan Pemerintah Provinsi. Namun lokasi untuk itu belum ditentukan.
Sementara untuk mobile, dipilih dua kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah yang paling dekat dengan Kota Ambon, yakni Salahutu dan Leihitu.
"Salahutu dan Leihitu dipilih karena masyarakat di dua kecamatan itu akan merayakan lebaran. Bazar mobile akan kami lakukan bergilir melayani semua desa di Salahutu kemudian ke Leihitu," kata Ohorella menjelaskan.
Ia menambahkan, bazar Ramadhan 1433 Hijriah akan berlangsung di 11 kabupaten/kota di Maluku, kendati tidak akan bersamaan.
"Kami sudah instruksikan ke kabupaten/kota dan semua siap melaksanakan bazar Ramadhan," kata Ohorella.
Pewarta: ANTARA: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.