Satu tim ilmuwan melakukan penelitian mengenai pemahaman bahwa kanker tak disebabkan oleh mutasi saja, tapi lebih disebabkan oleh akumulasi dari mutasi "acak" yang akhirnya mengarah kepada pertumbuhan sel ganas, yang seringkali disebabkan oleh pengaruh lingkungan hidup.
Para ilmuwan itu dipimpin oleh Robert Eferl dari Ludwig Boltzmann Institute for Cancer Research dan Comprehensive Cancer Center and Medical University of Vienna.
"Dalam kebanyakan kasus, kanker adalah sembilan sampai 10 kali lebih mungkin berupa perubahan gen. Buat kami, itu adalah mengenai penjelasan perubahan apa yang mengarah kepada pembentukan tumor," kata Eferl kepada APA sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin.
Hasil penelitian itu, yang direncanakan disiarkan di "Nature Methods", memperlihatkan kondisi saling mempengaruhi pada perubahan genetika berdampak pada penandaan jalur sel yang penting dalam perkembangan penyakit tersebut.
Hasil penelitian itu diharapkan akan memberi petunjuk yang lebih jelas mengenai bagaimana kanker dapat diobati dengan lebih baik, dan dengan pengobatan yang lebih terarah.
Pewarta: Xinhua-OANA: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.