Ternate (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan Kota Ternate, Maluku Utara menyebutkan kebutuhan pokok beras pada sejumlah pasar tradisional dan swalayan yang tersebar di Kota Ternate alami kenaikan harga akibat sejumlah alasan

"Saat ini harga beras di berbagai pasar tradisional alami kenaikan akibat biaya pengangkutan di tingkat distributor," kata Plh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Ternate, M Hartono di Ternate, Selasa.

Seperti diketahui, harga beras saat ini alami kenaikan dari Rp15 ribu per kg menjadi Rp17 ribu per kg dan untuk harga per jenis premium merek bibir merah dari Rp280.000 kg menjadi Rp350 ribu per kg.

Dia menyebut, selain adanya penyesuaian harga dari pemerintah, kenaikan harga ini juga dipicu oleh adanya kenaikan harga peti kemas dan biaya transportasi dari distributor, sehingga mengakibatkan harga beras alami kenaikan.

Sementara itu, Perum Divisi Regional (Divre) Bulog Ternate, menjamin stok beras dalam gudang di Kota Ternate maupun Gudang Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga awal tahun 2024.

Kepala Bulog Ternate, Zadrach Evert Pattiwael ketika dikonfirmasi menyatakan, saat ini untuk stok beras di Gudang Kota Ternate sebanyak 1.200 ton, sedangkan untuk di Gudang Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, 200 ton, sehingga masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sepuluh kabupaten/kota di Malut.

Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi dari Bulog, guna mengantisipasi dampak kenaikan harga beras saat ini makin naik di tingkat pasaran.

Dia mengatakan, kami akan mengusulkan penambahan stok beras sebanyak 2.500 ton, sehingga bisa menjangkau kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan di awal Tahun 2024 mendatang.

Kepala Bulog Ternate, menjelaskan pada 1 September 2023 kemarin, harga beras baik beras jenis medium maupun premium sudah naik.

"Untuk harga beras jenis medium, yang sebelumnya Rp10.200 per kg, kini naik menjadi Rp11.800 per kg, sementara untuk harga beras jenis premium yang sebelumnya harga Rp.13.000 per kg, kini naik Rp.13.500 per kg,"ujar Zadrach.

Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026