Ambon (ANTARA) -

Perusahaan umum (Perum) Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara (Malut) memastikan ketersediaan stok beras di wilayah tersebut dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan ke depan.

“Berdasarkan data terbaru, total stok beras yang tersedia di gudang Bulog Maluku saat ini mencapai sekitar 12 hingga 13 ribu ton,” kata Pemimpin Perum Bulog Maluku Wilayah Maluku dan Malut Rudy Senawi Tahir, di Ambon, Senin.

Rinciannya, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Ambon sebanyak 11.102.268 kilogram, sementara di gudang Bulog Tual tercatat sebanyak 1.673.763 kilogram.

Dengan jumlah tersebut, Bulog Maluku memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap terjaga sehingga tidak perlu terjadi kepanikan dalam membeli bahan pangan pokok.

Bulog juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan “panic buying” karena stok beras yang tersedia saat ini dipastikan cukup dan bahkan akan terus bertambah seiring dengan penguatan cadangan beras pemerintah secara nasional.

“Selain beras, ketersediaan komoditas pangan lainnya seperti minyak goreng Minyakita dan gula juga dipastikan dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Maluku,” ujarnya.

Bulog Maluku menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan melalui pengelolaan cadangan beras pemerintah serta distribusi yang merata ke berbagai daerah.

Bulog Maluku juga terus melakukan pemantauan terhadap distribusi beras di pasaran guna memastikan pasokan tetap tersedia dan harga tetap stabil, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

Selain itu, Bulog memastikan penyaluran beras melalui berbagai program pemerintah akan terus berjalan sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau.

“Kami memastikan stok beras Bulog di wilayah Maluku dalam kondisi aman dan masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan pembelian berlebihan, karena persediaan yang ada mampu memenuhi kebutuhan dalam beberapa bulan ke depan,” ucap Rudy.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026