Ambon (Antara Maluku) - Kepala Dinas Kesehatan Maluku Meikyal Pontoh mengingatkan masyarakat di daerah itu agar mewaspadai demam berdarah dengue (DBD) saat musim pancaroba.

"Masyarakat Maluku pada musim pancaroba perlu mewaspadai kejadian luar biasa (KLB) seperti DBD," katanya di Ambon, Rabu.

Pertimbangannya, saat musim pancaroba pada 2011 terjadi KLB DBD yang tersebar di tiga daerah di Maluku.

"Jadi Dinas kesehatan di sembilan kabupaten maupun dua kota hendaknya mensosialisasikan kepada masyarakat pola hidup sehat menjelang musim pancaroba agar sejak dini mengantisipasi kemungkinan terjadinya KLB seperti DBD maupun malaria," ujar Pontoh.

Minimal program menguras, menutup dan mengubur (3 M)  dilaksanakan teratur setiap hari.

Begitu pun menaburkan bubuk abate atau altosid  dua - tiga bulan sekali di tempat air yang sulit dikuras atau tempat sulit air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk serta cegah gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk, memakai obat repelant, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi.

Begitu pun mensosialisasikan kasus-kasus penyakit yang berpeluang terjadi menjelang hingga puncak musim pancaroba.

"Terpenting prediksi awal kemungkinan terjadi KLB saat musim pancaroba itu harus diantisipasi sehingga tenaga kesehatan disiapkan hingga ke daerah perbatasan, tertinggal dan pulau - pulau terluar," kata Pontoh.

Tiga daerah terjadi KLB DBD pada 2011 adalah Maluku enggara, Buru dan Maluku Tenggara Barat.

Catatan ANTARA, Dinkes Maluku pada 23 Februari 2012 telah melaporkan KLB DBD kepada Menteri Kesehatan RI di Jakarta dengan surat Nomor: 443/ /Dinkes II/2012.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa terhitung 9 Desember 2011 hingga 22 Februari 2012, telah dirawat sebanyak 53 pasien kasus DBD di RSU Karel Satsuitubun sebanyak 39 penderita dan RS Hati Kudus Langgur sebanyak tujuh penderita. Lima penderita diantaranya meninggal dunia.

Pewarta: Lexy Sariwating
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026