Ternate (Antara Maluku) - Sejumlah pengamat berharap Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Maluku Utara (Malut), bisa tumbuh dan berkembang sehingga dapat menyerap tenaga kerja guna menekan tingkat pengangguran di daerah ini.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Khairun Ternate, Nurdin Muhammad,SE,M.Si mengatakan di Ternate, Sabtu, para pelaku UKM di Provinsi Malut harus diarahkan menjadi wirausaha yang tangguh dan mandiri.

"Pemda di kabupaten/kota di Malut sudah semestinya menumbuhkembangkan untuk menjadikan wirausahawan yang tangguh untuk menghadapi pasar lokal maupun global saat ini," katanya.

Apalagi, kata Nurdin, pasca-kenaikan harga BBM akan berimbas pada daya beli masyarakat, karena harga dipastikan merangkak naik, sehingga kehadiran pelaku UKM bisa menyerap tenaga kerja untuk mengurangi tingkat kemiskinan di daerah ini.

Ia mengatakan, dalam tata perekonomian daerah maupun nasional sudah tidak diragukan lagi. Hal ini terlihat dari kontribusinya dalam penbyerapan kerja kerja, pertumbuhan PDRB/PDB, ekspor hingga investasi cukup besar.

Saat ini, menurut dia jumlah wirausaha Malut secara kuantitatif masih minim, jumlah wirausaha nasional baru mencapai sekitar 0,24 persen dari jumlah penduduk.

Sedangkan persentase ideal untuk membangun ekonomi ke level maju, minimal jumlah wirausahanya 2 persen dari jumlah penduduk.

Oleh karena itu, kata Djamil jumlah penduduk Malut di atas 1 juta jiwa, jumlah tersebut masih relatif sedikit, sehingga perlu menciptakan wirausawan-wirausahawan baru menjadi tugas bersama semua komponen

Pasalnya, untuk jangka panjang, kehadiran wirausaha baru mampu meningkatkan perekonomian dan mengurangi pengangguran, begitu juga dengan masalah tingkat kemiskinan di Malut.

"Mereka itu diharapkan dapat memberikan pemahaman dan pengertian dalam rangka menekan tingkat kemiskinan di daerah perdesaan yang jauh lebih buruk dibandingkan dari daerah perkotaan," katanya.

Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026