"Produksi perikanan ini dikatakan mengalami peningkatan yang cukup besar setelah tahun 2008 lalu hanya mencapai 18,53 ribu ton dengan nilai produksi Rp23,30 miliar," kata Gubernur di Ambon, Kamis.
Khusus untuk hasil produksi perikanan tangkap pada tahun 2008 sebanyak 384,42 ribu ton senilai Rp1,523 tiliun meningkat menjadi 1.391,29 ton dengan nilai Rp4,02 triliun tahun 2012.
Peningkatan hasil produksi perikanan ini tak lepas dari peran aktif pemerintah pusat dan daerah dalam mengalokasikan anggaran guna membangun sarana dan prasarana iinfrasruktur dasar bidang perikanan dan kelautan di Maluku sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Gubernur mengatakan, pada subsektor perikanan dan kelautan pemprov senantiasa berupaya untuk mewujudkan Provinsi Maluku sebagai daerah lumbung ikan nasional melalui pembangunan sarana dan prasarana tangkap dan budidaya perikanan, penetapan sentra-sentra perikanan berbasis pelabuhan perikanan dengan konsep minapolitan.
Misalnya dalam tahun anggaran 2012, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp37,97 miliar dari APBD Maluku dan dana yang terealisasir untuk pembangunan sarana/prasarana dasar perikanan sebesar Rp36,15 miliar.
Sedangkan untuk kurun waktu 2008-2012, untuk subsektor kelautan dan perikanan telah dialokasikan dana sebesar Rp129 miliar dan realisasi Rp124,54 miliar untuk pembangunan prasana dan sarana tangkap, pembudidayaan, penyuluhan serta pemberdayaan masyarakat pesisir.
"Alokasi dana untuk sektor perikanan dan kelautan yang bersumber dari APBN selama lima tahun terakhir ini mencapai Rp88,30 miliar dan realisasi Rp81.03 miliar untuk pelaksanaan program perikanan tangkap, budi daya, pengelolaan hasil perikanan serta pengelolaan pesisir," katanya.
Gubernur menambahkan, secara khusus untuk program peningkatan kemampuan ketahanan pangan di Maluku, maka dalam tahun anggaran 2012 juga telah dialokasikan dana sebesar Rp1,91 miliar dengan realisais Rp1,89 miliar (98,79 persen).
Dalam kurun waktu 2008-2012 sebesar Rp6,46 miliar realiasi Rp6,37 miliar, anggaran ini diperuntukan bagi pengembangan kelembagaan ketahanan pangan, pengembangan pulau mandiri pangan, pengembangan lumbung lumbung pangan desa dan pengembangan lembaga distribusi pangan masyarakat.
Sementara melalui sumber dana dari APBN telah dialokasikan anggaran sebesar Rp18,51 miliar dan realsiai Rp17,2 miliar yang diperuntukan bagi pelaksanaan program peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat.
Pewarta: Daniel Leonard: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.