Ternate (Antara Maluku) - Sejumlah anggota DPD-RI berjanji memperjuangkan Sofifi sebagai ibukota Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB) terpisah dari Kota Tidore Kepulauan.

Semua ibukota Provinsi di Indonesia daerah otonom, jadi Sofifi juga harus dimekarkan menjadi DOB, kata anggota DPD-RI, Abdurahman Lahabato di Ternate, Kamis.

Menurut dia, Pemprov Malut sebenarnya telah mengusulkan Sofifi menjadi daerah otonom dan anggota DPD-RI termasuk Kementerian Dalam Negeri juga mendukung Sofifi menjadi DOB.

Namun, kata Lahabato, pemekaran Sofifi menjadi DOB belum bisa diproses oleh Komisi II DPR-RI dan Kementerian Dalam Negeri karena persyaratan administrasinya belum lengkap, diantaranya persyaratan persetujuan dari Pemkot dan DPRD Kota Tidore Kepulauan sebagai daerah induk.

Oleh karena itu, untuk mempercepat pemekaran Sofifi menjadi DOB, maka Pemprov Malut dan Pemkot Ternate harus duduk bersama dan melepaskan kepentingan masing-masing serta bekerjasama untuk mengupayakan Sofifi menjadi DOB, katanya.

"Tetapi, saya sebagai anggota DPD-RI dari Malut akan terus memperjuangkan Sofifi menjadi DOB, termasuk daerah lainnya di Malut yang sudah diusulkan jadi kabupaten pemekaran, seperti Pulau Obi di Kabupaten Halmahera Selatan," katanya.

Menyinggung mengenai berhasilnya Pulau Taliabu dimekarkan menjadi kabupaten yang terpisah dari Kabupaten Kepulauan Sula awal tahun lalu, merupakan tindakan nyata dari semua pihak untuk memperjuangkan pemekaran kabupaten tersebut.

Pasalnya, Pulau Taliabu memang memiliki Sumber Daya Alam (SDM) untuk dimekarkan menjadi kabupaten, tetapi, infrastruktur di daerah itu masih sangat terbatas untuk mendukung kegiatan sebagai kabupaten tersendiri.


Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026