"Setiap kapal dari Manado dan Halmahera yang masuk ke dermaga kota Ternate, semua petugas dikerahkan untuk menggelar razia guna mengantisipasi masuknya minuman keras yang diselundupkan oleh oknum tertentu," kata Kabid Humas Polda Maluku Utara (Malut) AKBP Hendri Badar di Ternate, Minggu.
Ia mengatakan, selama ini penumpang kapal dari dan ke Ternate seringkali tertangkap membawa minuman keras jenis cap tikus, bahkan diduga penyelundupan narkoba juga melalui kapal laut.
Oleh karena itu, saat kapal dari Manado, Sulawesi Utara, masuk Ternate, polda langsung mengerahkan personelnya melakukan razia untuk mengantisipasi adanya penyelendupan.
Selain minuman beralkohol dan narkoba, kata Hendri, personel kepolisian juga dikerahkan untuk melakukan razia terhadap petasan yang didatangkan dari luar Ternate. Hal itu karena selama ini bunyi petasan juga mengganggu aktivitas umat muslim saat beribadah di bulan Ramadan.
Hendri mengakui, selain di Pelabuhan Ahmad Yani ditempatkan personel untuk sewaktu-waktu menggelar razia, personel kepolisian juga berhasil mengamankan ratusan kantong plastik minuman keras jenis cap tikus.
"Ada 495 kantong minuman keras yang berhasil diamankan oleh personel kepolisian yang diduga diselundupkan dari Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat," katanya.
Bahkan, aparat kepolisian juga berhasil mengamankan tiga pelaku yakni NU, RA dan KA kemudian menjalani proses pemeriksaan dari penyidik Polda Malut.
Ketiganya mengaku akan menjual minuman keras ke kota Ternate, terutama saat hari raya Idul Fitri, karena keuntungannya sangat menggiurkan.
Polda Malut telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya di tingkat polres untuk mengintensifkan operasi penyakit masyarakat (pekat) pada pertengahan dan akhir Ramadan nanti.
"Kami telah mengistruksikan kepada seluruh kapolres di kabupaten/kota untuk meningintensifkan operasi pekat di wilayahnya masing-masing, guna menciptakan kondisi aman saat Ramadhan hingga Idul Fitri," katanya.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026