Kami akan undang mereka untuk menanyakan masalah ini sebab informasi yang didengar ada sedikit hambatan, terutama ketinggiannya di tengah lautAmbon (Antara Maluku) - Komisi C DPRD Maluku mengundang pihak Balai Jalan dan Jembatan nasional wilayah Maluku dan Mluluku Utara guna mempertanyakan perkembangan penanganan Jembatan Merah Putih (JMP) serta ketinggiannya di tengah laut yang dipersoalkan TNI-Angkatan Laut.
"Kami akan mengundang mereka untuk menanyakan masalah ini sebab informasi yang didengar ada sedikit hambatan, terutama menyangkut ketinggiannya di tengah laut," kata Ketua komisi C DPRD Maluku, Ever Kermite di Ambon, Sabtu.
Persoalaan ini muncul setelah TNI-AL menghendaki ketinggian JMP di dalam teluk Ambon ini sekitar 43 meter, tapi dari pemancangan tiang-tiang penyangga yang dikerjakan saat ini baik di Desa Poka-Rumah Tiga maupun Tantui diperkirakan ketinggiannya hanya sekitar 33 meter dari permukaan laut.
Sedangkan dalam kesepakatan awal antara pemerintah daerah dengan TNI-AL, JMP tersebut akan dibangun dengan ketinggian 43 meter karena lokasi itu merupakan jalur utama yang dilalui kapal-kapal perang milik TNI-AL.
"Makanya kami akan mengundang pihak Balai Jalan dan Jembatan untuk membicarakan persoalan ini seklaigus mencari solusi yang tepat agar proses pembangunannya bisa berjalan baik dan keberadaan JMP juga tidak menghalangi arus pelayaran kapal-kapal milik TNI-AL," katanya.
JMP merupakan sebuah jembatan yang dibangun pemerintah secara bertahap dan dimulai dikerjakan sejak Agustus 2011 lalu akan menelan anggaran Rp769 miliar dari APBN ditambah Rp25 miliar dukungan dana APBD Maluku untuk proses pembebasan lahan.
Jembatan dengan panjang 1.060 meter dan terletak di teluk dalam Pulau Ambon ini diperkirakan bakal menjadi salah satu jembatan terpanjang di kawasan timur Indonesia dan lebih mempermudah akses transportasi dari pusat kota menuju Bandara Internasional Pattimura.
"Kalau kesepakatan awal ketinggian JMP memang 34 meter maka kita perlu meminta penjelasan resmi pihak balai, apalagi konstruksi yang sudah siap dikerjakan saat ini tidak mungkin dilakukan perubahan lagi," katanya.
Pewarta: Daniel LeonardEditor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026