"Dari tujuh kelompok pengeluaran tercatat lima kelompok mengalami inflasi yakni kelompok bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau ;kelompok perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar; kelompok kesehatan, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan," katanya di Ambon, Senin.
Satu kelompok pengeluaran mengalami deflasi yakni kelompok sandang,dan satu kelompok tidak mengalami perubahan yakni kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga.
Diah menjelaskan, kelompok bahan makanan mengalami inflasi tertinggi yakni 15,45 persen, dan satu - satunya deflasi yang terjadi pada kelompok sandang adalah sebesar 0,15 persen.
Inflasi Kota Ambon Agustus 2013 sebesar 4,79 persen ditandai dengan kenaikan indeks harga konsumen (IHK) umum Kota Ambon dari 150,28 pada bulan Juli 2013 menjadi 157,48 pada Agustus 2013.
Sedangkan inflasi tahun kalender bulan Agustus 2013 mencapai 11,89 persen dan inflasi year on year sebesar 8,80 persen.
Dengan demikian inflasi Kota Ambon menduduki ranking dua dari 66 kota IHK di Indonesia dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong yang mencapai 6,47 persen.
Diah menjelaskan, kelompok rumah tangga yang memberikan andil bagi inflasi Kota Ambon sebesar 4,79 persen yakni kelompok bahan makanan 4,17 persen,kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,06 persen, kelompok perumahan, air, listrik,gas, dan bahan bakar 0,07 persen.
Kemudian kelompok sandang -0,01 persen, kelompok kesehatan 0,00 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,00 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,50 persen.
Sedangkan lima komoditi yang memberikan andil terbesar menarik keatas angka inflasi adalah ikan layang 1,1301, kangkung 0,5583, sawi hijau 0,5154, angkutan udara 0,4997, dan bawang merah 0,4987.
Komoditi yang menekan inflasi kebawah yakni ikan cakalang -0,1602, bawang putih -0,0489, emas perhiasan -0,0116, ketela pohon -0,0089 dan ikan campur -0,0041.
Pewarta: Shariva Alaidrus: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.