Ternate (Antara Maluku) - Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut), mencatat pada September 2013, Kota Ternate mengalami deflasi sebesar 2,39 persen dengan indeks harga konsumen 148,78.

Kepala BPS Malut, Adhi Wiriana mengatakan di Ternate, Selasa, secara nasional inflasi sebesar -0,35 persen dengan indeks harga konsumen 145,74, dimana Dari 66 kota IHK, 13 Kota mengalami inflasi dimana Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pinang sebesar 1,70 persen dan terendah di KotaSingkawang sebesar 0,04 persen.

Sedangkan 53 Kota mengalami deflasi dimana Deflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong sebesar 4,28 persen dan terendah di Kota Surabaya sebesar 0,02 persen.

Menurut Adhi, penghitungan inflasi Kota Ternate didasarkan pada hasil pemantauan/pendataan harga barang dan jasa yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada pasar tradisional dan pasar modern di wilayah Kota Ternate.

"Dari hasil pendataan tersebut diperoleh bahwa selama September 2013 Kota Ternate mengalami deflasi 2,39 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 152,43 pada Agustus 2013 menjadi 148,78 pada September 2013," katanya.

Deflasi September 2013 ini lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Deflasi September 2012 yang tercatat sebesar 1,11 persen. Sementara itu, inflasi year on year Kota Ternate adalah sebesar 9,66 persen. Pada September 2013, lima kelompok komoditas mengalami inflasi dan dua kelompok komoditas mengalami deflasi.

Adapun perubahan indeks harga konsumen (IHK) masing-masing kelompok barang dan jasa tersebut adalah diantaranya kelompok bahan makanan -9,73 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,34 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,47 persen.

Begitu pula untuk kelompok sandang 3,19 persen, kelompok kesehatan 0,46 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga -0,04 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,44 persen.

Adhi mengakui ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain: ikan lolosi segar, teri kering, salak, jeruk, pepaya, rokok kretek filter, keramik, emas perhiasan dan tarif angkutan udara.

Sementara itu komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: ikan cakalang segar, malaluqis, tude, cakalang asap, tomat sayur, cabe merah, cabe rawit, bawang merah dan tarif angkutan laut.

Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026