"Ketersediaan ternak kurban berupa sapi, kerbau, kambing dan domba di Maluku mencukupi untuk menghadapi hari Raya Idul Adha pada 15 September," kata Diana di Ambon, Kamis.
Ia mengungkapkan, persediaan sapi sebanyak 900 ekor, kerbau 30 ekor, kambing 840 ekor dan domba 50 ekor.
Sedangkan kebutuhan ternak untuk hewan kurban pada hari Raya Idul Adha berupa sapi sebanyak 750 ekor yang dipasok dari lima kabupaten, yakni kabupaten Buru, Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah (Malteng), Seram Bagian Timur (SBT), dan Maluku Barat Daya (MBD).
Kerbau sebanyak lima ekor dipasok dari Kabupaten MBD dan kambing 700 ekor dipasok dari Kabupaten MBD, SBT, SBB dan Malteng.
Menurut Diana, untuk mengantisipasi adanya terjangkit penyakit antraks pada hewan kurban saat pemotongan, pihaknya melakukan bimbingan kepada para petugas yang memotong hewan tersebut, baik sebelum maupun sesudah pemotongan.
"Memang di Maluku bebas dari penyakit antraks tetapi kami tetap mengawasinya dengan memberikan bimbingan kepada para petugas pemotongan agar bisa mengetahui hewan kurban yang dipotong itu apakah terjangkit penyakit antraks atau tidak," katanya.
Antraks adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh bakteri Bacillus Anthracis yang sangat mematikan.
Bimbingan kepada para petugas pemotongan hewan kurban di daerah kabupaten dan kota lain di Maluku akan dilakukan pada Kamis (10/10), dan pengawasan dimulai pada H-4 dan H+2.
"Mengapa dilakukan pengawasan pada H+2 karena ada juga pemotongan hewan kurban setelah hari raya Lebaran," katanya.
"Hari ini di Kota Ambon, kami sudah mengambil sampel darah, pemeriksaan mata dan kuku untuk ternak sapi kurban. Kami juga bisa memastikan hewan-hewan tersebut sehat dan bebas dari penyakit antraks," ujar Diana.
Sementara itu, salah seorang pengumpul ternak sapi di Ambon, Hajah Akrat mengakui permintaan hewan kurban tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu.
"Permintaan tahun lalu sebanyak 111 ekor sedangkan tahun ini sebanyak 140 ekor," katanya.
Pewarta: Finus: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.