Ambon (AntaraMaluku ) - Keterisolasian Kabupaten Maluku Barat Daya(MBD) karena pembatasan pelayaran akibat musim pancaroba tidak mempengaruhi ketersediaan bahan pokok masyarakat yang secara geografis berbatasan dengan Timor Leste.

Kadis Perindag Maluku, Angky Papilaja, dikonfirmasi, Senin, mengatakan, berdasarkan koordinasinya dengan Disperindag MBD ternyata stok bahan pokok masyarakat hingga pekan lalu masih terjamin.

"Soal stok bahan pokok di MBD masih terjamin, Namun, arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Penjabat Gubernur Maluku, Saut Situmorang pada 21 Januari 2014, ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan Pemkab setempat," ujarnya.

Koordinasi dijalin karena Bupati MBD, Barnabas Orno melaporkan kepada Saut bahwa hingga awal pekan lalu Kabupatennya terisolasi akibat pembatasan pelayaran, terutama dari Kota Ambon sebagai ibu kota Provinsi Maluku sehubungan musim pancaroba.

Dia mengemukakan, Disperindag MBD juga melaporkan bahwa penambahan stok bahan pokok masyarakat telah diangkut KM.Wetar dari Kupang, ibu kota Provinsi NTT.

"Jadi stok bahan pokok masyarakat itu disalurkan ke ibu kota masing - masing kecamatan di MBD sehingga terjamin ketersediaannya," kata Angky mengutip laporan Disperindag setempat.

Sebelumnya, Saut mengakui ditelpon Presiden pada Selasa(21/1), sekitar pukul 13.00 WIT guna mengecek dampak musim pancaroba dan upaya mengantisipasinya.

"Saya juga menyampaikan kepada Kepala Negara soal laporan Bupati MBD, Barnabas Orno soal saat ini daerahnya mengalami keterisolasian akibat dampak kondisi cuaca ekstrem sehingga transportasi laut dibatasi pelayarannya ke sana.

Presiden, menurutnya, setelah mendengar laporannya menindaklanjuti dengan berjanji untuk memerintahkan Menteri Perhubungan(Menhub), E.E. Mangindaan untuk mengatasi keterisolasian MBD itu.

"Saya juga diingatkan agar memperhatikan penyaluran bahan pokok masyarakat sehingga terjamin stok maupun haga di masing - masing kabupaten maupun kota,`` ujar Saut.


Pewarta: Lexy Sariwating
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026