"Dari hasil pemantauan di sejumlah lokasi transaksi,harga cengkeh yang ditawarkan bertahan Rp 125.000/kg, biji pala bundar Rp60.000/kg, kata Kasie Pengadaan dan Penyaluran Dinas Perdagangan Provinsi Maluku, D.Latupeirissa di Ambon, Jumat.
Selain cengkeh dan pala, harga fuli pala juga masih bertahan Rp100.000/kg, coklat Rp20.000/kg, dan kopra Rp5.000/kg.
Latupeirissa menjelaskan, fluktuasi harga komoditi asal Maluku itu merupakan hal biasa karena transaksinya masih bersifat antarpulau.
"Jadi, semua hasil pembelian yang dilakukan agen di Ambon di jual lagi ke Surabaya dan itu sebabya penerapan harga selalu berpatokan dengan yang berlaku di sana (Surabaya)," ujarnya.
Menurut dia, selama ini belum ada eksportir yang melakukan kegiatan ekspor dari pelabuhan Ambon, lanjutnya, karena itu hasil perkebunan Maluku transaksi bersifat antarpulau.
Pemantauan yang dilakukan di lokasi transaksi di jalan Setia budi, Kelurahan Batu gajah, para pengumpul masih tetap mempertahankan harga beli dari masyarakat Rp125.000/kg.
"Pokoknya selama belum terjadi perubahan harga di Surabaya kami masih tetap mempertahankan harga disini, sebab hasil pembelian disini dijual lagi ke Surabaya," kata Ceng, yang menempati toko Roda Mas miliknya sebagai tempat transaksi jual beli.
Dia mengatakan, harga cengkeh masih terbilang tinggi sebab sampai hari ini masih ada daerah - daerah yang masa panen belum selesai, kalau di Ambon penjualan sudah mulai berkurang dan itu terlihat dari hasil pembelian yang tidak mencapai 100 kg/hari, itupun tidak terjadi setiap hari.
Pewarta: John Soplanit: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.