Wali Kota Tikep, Ahmad Mahifa di Ternate, Senin, mengatakan, ada beberapa persoalan penting yang harus diselesaikan terkait pembangunan pariwisata di Kota Tidore Kepulauan, yakni potensi pariwisata di Kota Tikep masih banyak belum diketahui, dikelola dan dikembangkan dengan baik.
"Potensi masyrakat dalam mengelola kepariwisataan banyak yang belum tersalurkan sebagaimana mestinya," ujarnya.
Selain itu, kendala pada keterbatasan informasi untuk menjelajah, mengenali dan memanfaatkan sekaligus mempromosikan potensi pariwisata di daerahnya. Keempat, kebutuhan dan karakteristik yang khas dari masyarakat untuk mengelola potensi-potensi wisata di lingkungannya masing-masing.
Dirinya berharap kegiatan ini mampu menggugah kesadaran membangun sektor kepariwisataan dan menjadikan Kota Tikep sebagai sektor andalan dan ikon destinasi wisata tersebar di Malut.
Untuk itu, sosialisasi sadar wisata bertujuan memberikan masyarakat tentang pemahaman mengenai konsep sadar wisata dan sapta pesona sebagai unsur penting dalam pengenbangan wisata.
Sehingga, mendorong peran aktif masyarakat, memberikan acuan bagi masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan dan memberikan pengetahuan tentang tata cara berbusana adat tidore dalam kegiatan adat dan budaya.
Pemkot juga menggelar Sosialisasi Sadar Wisata dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan judul Strategi Pengembangan Pariwisata di Kota Tidore Kepulauan dan Tullamo Kesultanan Tidore, M. Amin Faroek dengan judul Pakaian Adat Tidore, Makna dan Filosofinya.
Sosialisasi Sadar Wisata yang berlangsung selama satu hari ini dihadiri Walikota Tidore Kepulauan, Ketua Darma Wanita Kota Tidore Kepulauan, pimpinan SKPD dan diikuti oleh perwakilan dari masing-masing Kelurahan/Desa diwilayah pulau Tidore yang berjumlah 80 orang.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.