"Siswa tidak perlu takut dan menjadikan ujian sebagai momok, tetapi harus percaya diri dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan," katanya, saat membuka sampul UN di SMAN 13 Ambon, Senin.
UN, kata Sam, merupakan sarana evaluasi untuk mengetahui tingkat penyerapan pelajaran yang diterima siswa selama tiga tahun menempuh pendidikan.
"Yang berbeda hanya ujian dan soal berskala nasional, sistem pengawasannya pun silang murni yang dilakukan oleh guru-guru sekolah lain maupun tim pengawas dari Universitas Pattimura Ambon," katanya.
Menurut Sam, hal utama yang harus dilakukan siswa adalah berdoa dan konsentrasi dalam menjawab soal.
"Kalau siswa sudah belajar, maka tidak perlu untuk memikirkan jawaban, tetapi yang diperlukan adalah konsentrasi dalam menjawab soal sehingga hasilnya maksimal," ujarnya.
Sam menyatakan, siswa juga diminta untuk menghindari penggunaan kunci jawaban yang disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab jelang UN
"Siswa diminta untuk menghindari penggunaan kunci jawaban yang beredar melalui selebaran maupun pesan singkat telepon seluler, " katanya.
Ditambahkannya, distribusi soal UN dilaksanakan satu jam jelang pelaksanaan UN. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya pembocoran soal oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Soal UN ditampung di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ambon, dan didistribusikan ke setiap sekolah oleh petugas kepolisian dan Dinas Pendidikan satu jam jelang ujian," tandasnya.
UN tingkat SLTA di Ambon diikuti 6.386 siswa yakni Sekolah Menengah Atas (SMA) 4.842, orang, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1.544 siswa.
Peserta UN tersebar pada beberapa sekolah di kota Ambon, yakni 32 SMA, 12 SMK, tujuh MA, satu SMALB.
Pewarta: Penina Mayaut: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.